Home Berita Utama

Kenapa Bulan Safar Seperti Menakutkan? Ini Penjelasan MUI

Redaksi by Redaksi
Kamis, 7 Oktober 2021 13:28
in Berita Utama, Umum
0
Kenapa Bulan Safar Seperti Menakutkan? Ini Penjelasan MUI

Tradisi Mandi Kembang di Lingkungan Karundang Tengah RT 002/002 Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang

0
SHARES
8.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Siapa yang tidak mengenal Bulan Safar. Bulan yang konon ditakuti warga karena banyak hal buruk yang bakal menimpa. Contoh mitos, jika anak lahir di bulan Safar maka anak tersebut cenderung nakal, emosional, dan temperamental.

Benarkah anggapan yang telanjur melekat di masyarakat tersebut? Inilah penjelasan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Amas Tadjudin.

Menurutnya, tradisi Rebo Wekasan yang jatuh pada hari Rabu akhir di bulan Safar bersumber dari dua kitab populer di kalangan pesantren, yang pertama kitab Dairobi, kedua kitab Kanzun Najah Wassuurur.

Kata dia, di dalam dua kitab ini bersumber dari pengarang kitab Min Ahlil Kashdi wa tamkin Syaikh Abdul Hamid Al-Quds salah satu imam besar Masjidil Haram.  Berdasarkan pengetahuan, pengalamannya.

Diceritakan dalam kitab tersebut, bahwa terdapat 320 ribu jenis penyakit bala yang diturunkan Allah SWT untuk menguji makhluk di muka bumi, dan dari 320 ribu itu bisa berkembang berlipat sehingga jumlahnya jauh lebih banyak lagi. “Oleh karena itu, para ulama tassawuf, ulama bijak dianjurkanlah dan dibuat konsep cara menolak bala,” katanya. 

“Yang dimaksud menolak bala itu dirumuskanlah salat empat rakaat dengan dua rakaat, dua rakaat. Pada hari Rabu terakhir bulan Safar di waktu dhuha. Maka, orang Jawa menyebutnya Rebo Wekasan,” tambah Amas. 

Kata dia, dalam isi salat tidak ada perdebatan, karena yang dimaksud tolak bala adalah salat niat, salat hajat atau salat mutlak yang ditujukan untuk menolak bala atau menjauhkan dari bala petaka dan penyakit yang akan menggangu kehidupan manusia seperti Covid-19. “Maka Ponpes di nusantara khusus di Provinsi Banten, ulama salafi terdahulu hingga kini melaksanakan salat Rebo Wekasan, artinya salat dua rakaat, dua rakaat atau salat tolak bala,” katanya.

“Niatnya sepanjang tidak kontroversial, karena salat hajat dan salat mutlak tidak mengenal waktu. Itu berdasarkan anjuran dari kitab,” katanya. 

Amas menjelaskan, berdasarkan hadist nabi bahwa akan datang 320 ribu penyakit pada hari Rabu di akhir bulan Safar. Maka, dianjurkan untuk sedekah. Karena sedekah itu manfaatnya dapat menolak dosa.

“Berbentuk apa pun sedekahnya, seperti makanan, minuman dan lain-lain,” katanya. 

Kemudian, di Rebo Wekasan dianjurkan agar ikhtiar mengarah penolakan bala, seperti mandi bebersih, membuat bacaan atau wafak (tulisan Alquran) sebagai wasilah sehingga menjadi penolak bala. “Mandi kembang tujuh rupa itu bermakna spiritualistik, sepanjang diniatkan untuk mandi membersihkan diri lahir dan batin diniatkan karena Allah SWT itu tak masalah,” katanya. 

“Soal kembang berupa-rupa dan berwarna-warna anggap saja itu ramuan-ramuan atau rempah-rempah yang hendak dipakai mandi. Seperti, honje, daun salam, dan kembang-kembangan,” beber Amas.(Fauzan Dardiri)

Tags: Bantenbulan safarkhasiatmandi kembangmitosMUIrajahrebo wekasanrebo wekasan di serangritualSerangtolak balatolak penyakittradisi safar
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ritual Mandi Kembang Setiap Hari Rabu Terakhir Bulan Safar di Banten

Next Post

Digagas Karang Taruna, Ratusan Warga Gerem Divaksin

Next Post
Digagas Karang Taruna, Ratusan Warga Gerem Divaksin

Digagas Karang Taruna, Ratusan Warga Gerem Divaksin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Polsek Neglasari Tangkap Pengedar Ribuan Butir Obat Keras

Polsek Neglasari Tangkap Pengedar Ribuan Butir Obat Keras

by Fahmi
Senin, 10 Agustus 2026 10:26
0

TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Petugas Polsek Neglasari mengamankan seorang pria berinisial AF (26) terkait dugaan peredaran obat keras ilegal. Dari tangan...

Waspada Loker SPPG Bodong di Kota Serang, Jangan Tergiur Iming-iming Kerja

Waspada Loker SPPG Bodong di Kota Serang, Jangan Tergiur Iming-iming Kerja

by Nurandi
Senin, 10 Agustus 2026 10:22
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kota Serang diminta tidak mudah percaya terhadap informasi lowongan pekerjaan (loker) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.