SERANG – Tradisi Rebo Wekasan atau hari Rabu pada akhir bulan Safar masih melekat di beberapa wilayah di Kota Serang, Provinsi Banten. Warga melaksanakan mandi kembang, sedekah, dan melaksanakan salat tolak bala.
Seperti yang dilakukan di Lingkungan Karundang Tengah RT 002/002 Kelurahan Karundang, Kecamatan Cipocokjaya. Sekira pukul 06.30 WIB warga sudah terlihat ramai mendatangi tempat dilaksanakan tradisi Rebo Wekasan atau mandi kembang tujuh rupa. Mulai dari orang tua, muda, hingga anak-anak berkumpul menunggu waktu mandi kembang tujuh rupa.
Sebelum dicampurkan dengan air yang berada di tong besar. Kembang tujuh rupa dicampurkan di dalam ember kecil terlebih dahulu. Kemudian diberikan doa oleh tokoh masyarakat setempat. Tujuannya, meminta kepada Allah SWT agar terhindar dari bala penyakit.
Kembang yang sudah didoakan kemudian dibasuhkan ke muka dan kepala.
Ketujuh rupa kembang yaitu, pandan, melati, bunga ros, cempaka, kamboja, mawar, dan haribang. Bunga-bunga itu dibeli di pasar tradisional. Setiap bulan Safar biasanya banyak yang menjajakan bunga atau kembang tujuh rupa.
Setelah mandi, warga menunggu para orang tua berdoa usai salat tolak bala. Di mana, warga menyiapkan makanan seperti, lontong, bacang, nasi uduk, selimpeu, roti dan berbagai jenis makanan untuk disantap.
Tradisi ini, berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Rutin dilakukan di hari Rabu akhir bulan Safar sebagai permohonan agar warga dan masyarakat umumnya terhindar dari segala wabah penyakit.
“Tiap tahun, sudah lama, kalau Rebo Wekasan, kami menyiapkan mandi kembang tujuh rupa,” ujar Masita (55) warga yang ditunjuk menyiapkan keperluan mandi kepada wartawan, Rabu (6/10).
Air yang digunakan adalah air yang dibawa warga lalu dimasukkan ke dalam satu tempat besar. Air itulah yang digunakan untuk mandi, membasuh muka, dan menyiram warga. Ritual itu dilakukan setelah salat tolak bala dan riungan atau doa bersama. “Salat tolak bala, mandi, siraman. Yang mau kerja, sebelum kerja, beres salat, mandi tolak bala atau cuci muka, dipoprok kemudian baru berangkat,” katanya.(Fauzan Dardiri)











