Tahun 2016, kondisi Riyan mulai stabil setelah mendapatkan penangan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Cilegon.
“Sampai detik ini saya masih berobat dan minum obat,” kata Riyan, Selasa (14/12).
Setelah kembali stabil, tekanan bukan lagi datang dari cinta, melainkan stigma negatif terhadap penyintas gangguan jiwa.
Alih-alih kembali jatuh dan terpuruk, Riyan sebaliknya, ia memilih untuk melawan tekanan itu dengan karya.
Menulis menjadi jalan yang dipilih Riyan dalam berkarya. Pada 2017, pemuda asal Jombang Kali, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon itu belajar menulis dengan komunitas menulis.
Di 2018, minatnya dalam menulis semakin tumbuh. Saat itu, diagnosa medis Riyan berubah menjadi Bipolar Afectif Disorder (perubahan mood atau suasana perasaan yang ekstrem). Namun kondisi itu tidak mempengaruhi minatnya dalam menulis.











