Bisa Bersinergi dengan Program Pemerintah
SERANG-Anggota Komisi IV DPR RI Nuraeni menyayangkan keterbatasan peran Bulog. Pemerintah dinilai perlu mengoptimalkan peran Bulog sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkait menjadi off-taker komoditas pertanian untuk menjamin ketersediaan stok pangan dan menyerap produk petani.
Kebijakan ini juga untuk menjaga pendapatan petani Indonesia yang saat ini mengalami kelesuan pasar akibat dampak pandemi Covid-19 serta meningkatkan efektifitas peranan Bulog.
“Bulog hanya diperuntukkan untuk buffer stok beras saja, tidak pada jenis komoditi yang lainnya, dan Bulog juga tidak diberikan peran pada penyaluran BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai), saya rasa Bulog sudah siap bersinergi terhadap program-program pemerintah,” ungkap Nuraeni saat kunjungan kerja di Bulog Serang, kemarin.
Menurutnya, ada pergeseran peranan Bulog untuk stabilisasi harga bahan pangan pokok, sehingga banyak masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga pada Bulog.
“Bulog kini hanya difokuskan untuk stok beras, tidak diperuntukkan untuk komoditi bahan pokok lain. Padahal seluruhnya saling keterkaitan terhadap stabilisasi harga di masa virus corona ini,” katanya.
Nuraeni berharap, Bulog kembali diberikan ruang untuk bersinergi terhadap program-program pemerintah.











