Kalau dari segi fisik, katanya sih Mita memang lumayan cantik. Biasanya setiap sore ia pulang kerja dan menunggu angkot di persimpangan jalan dekat lampu merah Cipocok Jaya. Rohman yang bekerja pabrik di Cilegon juga biasanya pulang kerja lewat sana membawa mobil. “Kan logika kalau saya enggak ngajak dia, takut disangka sombong gitu kan,” kilahnya.
Hampir setiap sore, mereka selalu pulang bersama. Sampai suatu hari, ada tetangga yang melihat mereka semobil. Seolah mendapat bahan gosipan, berita itu pun menyebar dan sampai ke telinga Minah. “Saya sih enggak tau kalau orang-orang pada ngomongin, cuma emang pas itu sikap istri jadi berubah,” katanya.
Minah jadi lebih banyak diam. Yang biasanya setiap pagi dan sore selalu mencium tangan suami kalau pergi dan pulang kerja, hal itu tak pernah lagi dilakukan. Bahkan, secangkir kopi pun Rohman harus menyeduh sendiri. “Saya kan bingung, kok istri jadi begitu,” katanya.
Besoknya, pagi hari saat hendak berangkat kerja, kunci mobil hilang. Padahal Rohman biasa menaruh di atas lemari, tapi hari itu tidak ada. “Saya tanya istri dia jawab enggak tahu,” katanya.
Namun untung Rohman punya kunci mobil cadangan. Karena kesal, sorenya Minah sengaja ingin memastikan omongan tetangga dengan menunggu di warung pinggir jalan. Ternyata benar, ia melihat Rohman semobil dengan Mita.










