“Kami berharap dengan hadirnya kami bisa memberikan angin segar bagi UMKM desa yang sebenarnya sangat potensial dengan sentuhan pemasaran secara digital, dan kami juga berharap program ini bisa diterapkan secara berkelanjutan dengan masyarakat Desa Sajira Mekar dan bisa meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Sajira Mekar, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten,” ujar Revaldi Naufal Zahir selaku Ketua Pelaksana KKM Tematik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Kelompok 56 Tahun 2022, Kamis (20/1), dalam siaran pers.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi kreatif juga menyampaikan bahwa penting untuk melakukan follow the trend, yang artinya kegiatan UMKM juga harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi di era digital ini agar tidak tertinggal.
“Ada empat hal utama yang perlu di perhatikan jika ingin usaha kita berkembang, pertama adalah dengan memaksimalkan sumber daya alam, menciptakan inovasi terbaru, memaksimalkan penggunaann media digital untuk memajukan UMKM, dan menciptakan desain kemasan yang menarik untuk menciptakan branding sehingga dapat menarik konsumen,” tutur Farid Surawan selaku narasumber dari Dinas Pariwisata bagian Ekonomi Kreatif.
Saat ini, pelaku UMKM di Desa Sajira Mekar bergerak pada bidang usaha industri rumahan (home industry), seperti kerajinan bambu, dompet, tas, tikar, bilik bambu, dan souvenir. Namun demikian, masih sedikit pelaku usaha yang menerapkan pemasaran produknya dengan cara digital, Sebagian besar pelaku UMKM mengandalkan distributor atau menjual barang langsung ke pasar dibanding melalui platform digital.











