Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangsel Allin Hendalin Mahdaniar mengakui, ada lonjakan kasus konfirmasi positif covid-19 pasca musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu. Ia menduga tren lonjakan kasus konfirmasi positif yang begitu cepat disebabkan penyebaran dan penularan varian Omicron.
“Sekarang ini kalau kita melihat polanya bahwa angka setiap harinya tinggi, penularan cepat, sudah ciri-ciri Omicron,” ujarnya.
Masih menurutnya, dari kajian yang disampaikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) varian Omicron dapat menular begitu cepat dari satu individu ke individu lainnya. Sehingga, tren lonjakan kasus penularan dan penyebaran yang terjadi pasca musim libur Nataru ini diduga kuat sebagai varian Omicron.
Allin memprediksi puncak dari lonjakan kasus infeksi Covid-19 akan terjadi pada beberapa bulan ke depan. “Kalau melihat saat ini, kita harus siap-siap mungkin Februari bisa puncak kasusnya, y samalah dengan perkiraan Kemenkes Februari sampai Maret awal,” ungkapnya.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel, kasus terkonfirmasi Covid-19 sampai Sabtu (22/1) pukul 17.0 WIB terjadi peningkatan kasus. Yakni kasus terkonfirmasi positif sebanyak 32.089 kasus dan ini naik 201 kasus dari hati sebelumnya, sembuh 30.639 orang dan ini mengalami peningkatan 13 orang.
Untuk pasien yang dirawat total ada 716 orang dan jumlah ini mengalami peningkatan 188 orang, sedangkan kasus meninggal 734 orang. (den-bud/air)











