LEBAK – Sebanyak 172 orang warga Cijaku diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari kegiatan syukuran peresmian toko bangunan milik Jejen pada Kamis (20/1) lalu. Gejala yang dirasakan warga, yakni diare, mual, muntah-muntah, pusing, dan kepala berat.
Informasi yang dihimpun Radar Banten, Jejen mengundang masyarakat untuk menghadiri syukuran di toko yang telah selesai dibangun di Cijaku. Dia mengundang 100 orang warga dan 50 orang anak yatim piatu di Cijaku dan sekitarnya. Setelah syukuran, warga diberi besek (makanan) untuk dibawa pulang.
Keesokan harinya, sekira pukul 10.30 WIB sembilan orang datang ke Puskesmas Cijaku. Mereka mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, dan pusing. Pada Jumatan, warga kembali berdatangan dan jumlahnya bertambah dengan gejala yang sama. Pada pukul 20.45 WIB, 16 orang pasien rawat jalan dan 54 orang harus dirawat inap di puskesmas. Dengan rincian, empat orang balita dan 50 orang dewasa.
Hingga Minggu (23/1) pukul 17.00 WIB, jumlah warga yang diduga mengalami keracunan makanan kurang lebih 172 orang. Dari 172 orang, tiga orang dirujuk ke RSUD Malingping karena mengalami gejala diare berat. Tapi, sekarang dua orang telah pulang ke rumah dan satu orang masih dirawat di rumah sakit. Sementara itu, di Puskesmas Cijaku tersisa sembilan orang yang masih mendapatkan perawatan.
Kepala Desa Cijaku, Kecamatan Cijaku, Eny Hendrawati mengatakan, pada saat peresmian toko milik Jejen, dirinya diundang untuk hadir. Namun, karena ada tamu Eny tidak hadir dalam peresmian toko bangunan itu. Tapi, ada 100 orang warga sekitar toko dan 50 anak yatim piatu yang diundang dan hadir dalam syukuran tersebut.
“Jadi, ini diduga kuat keracunan makanan dari besek (makanan) yang diterima dari lokasi peresmian toko bangunan milik Haji Jejen,” kata Eny Hendrawati kepada Radar Banten.










