“Datangnya berangsur, enggak sekaligus. Jumat pagi ada sembilan orang datang dengan keluhan diare, mual, muntah-muntah, dan pusing. Pada Jumat sore hingga malam hari, masyarakat yang datang ke puskesmas membludak hingga puluhan orang. Bahkan, 54 orang diantaranya harus dirawat,” terangnya.
Kondisi tersebut, kata Susilo, membuat ruangan di puskesmas penuh. Masyarakat yang mengalami gejala ringan hanya diberikan obat, sedangkan yang mengalami gejala berat harus diinfus agar cepat pulih. Bahkan, tiga orang warga harus dirujuk ke RSU Malingping untuk mendapatkan perawatan intensif dari tim medis rumah sakit.
“Total ada 172 orang dan sekarang yang dirawat tersisa sembilan orang. Semoga, besok (Senin) mereka sudah bisa pulang semua,” harapnya.
Terkait penyebab warga keracunan, Susilo menyatakan, belum bisa memastikan penyebab masyarakat mengalami keracunan. Apakah dari makanan dari lokasi syukuran toko bangunan atau bukan, dirinya tidak tahu. Dirinya hanya fokus menangani masyarakat yang mengalami gejala keracunan agar bisa pulih dan disembuhkan.
“Kalau masalah itu, bukan kewenangan saya untuk menjawab. Karena sekarang, makanan yang dikonsumsi masyarakat yang keracunan sedang dalam proses penelitian di laboratorium kesehatan daerah (Labkesda),” jelasnya. (tur/air)










