Rakerda Perkindo Soroti Penyebaran Covid-19
Pandemi Covid-19 yang terjadi selama dua tahun tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan dan ekonomi masyarakat, namun juga berimbas pada sektor pelayanan jasa konsultan.
Berdasarkan data Persatuan Konsultan Indonesia (Perkindo) Provinsi Banten, sepanjang 2021 tercatat sudah ada 27 badan usaha konsultan di Banten terpaksa gulung tikar imbas pandemi Covid-19.
Hal itu diungkapkan Ketua DPD Perkindo Provinsi Banten, Ahmad Muhibbin di sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD Perkindo Banten di Wanda Galuh Cottage, Kota Serang, Rabu (2/2).
“Pandemi Covid-19 jelas sangat berdampak pada lembaga jasa konsultan, sebab pemerintah daerah terpaksa melakukan refocusing anggaran selama tahun anggaran 2020 dan 2021 sehingga banyak proyek pembangunan yang dibatalkan,” kata Muhibbin kepada wartawan.
Ia melanjutkan, sebagai mitra pemerintah tentu Perkindo Banten memahami kebijakan yang diambil pemprov, pemkab dan pemkot, meskipun harus menelan pil pahit karena badan usaha jasa konsultan juga terseok-seok.
“Kami memahami anggaran pemerintah daerah juga terbatas, sehingga banyak proyek dibatalkan dan anggarannya dialihkan untuk penanganan dan penanggulangan Covid-19,” tuturnya.











