Sepengetahuannya, selama ini pengrajin tas di desanya banyak yang jalan sendiri-sendiri. Padahal, dinas terkait sudah membangun showroom yang cukup bagus. Namun, showroom itu belum berfungsi maksimal. Karena tidak dikelola dengan manajemen yang baik. “Dengan adanya wadah asosiasi, mudah-mudahan para pengrajin bisa bersatu. Bisa mencari solusi jika ada masalah. Sehingga tidak ada ego masing-masing. Kecuali untuk kemajuan bersama,” kata Aopidi yang saat berbincang dengan Radar Banten didampingi Kades Tunjung Teja, Endang Mubarok. Ini adalah pertemuan kedua dengan Radar Banten terkait keseriusannya mewujudkan Desa Kadugenep menjadi Desa Wisata yang tertata insfrastrukturnya dan maju masyarakatnya.
Agar konsep Desa Wisata Edukasi UMKM tidak salah arah, Pak Haji, salah satu panggilan akrab HM Aopidi, bakal menggandeng Universitas Indonesia Esa Unggul, Jakarta Barat. Apalagi, akhir tahun lalu para mahasiswa Universitas Indonesia Esa Unggul mengunjungi Desa Kadugenep. Untuk mengetahui lebih dekat keberadaan kerajinan tas, sekaligus melakukan semacam penelitian. “Saya nanti minta Universitas Indonesia Esa Unggul bisa memberikan masukan berharga untuk suksesnya Desa Wisata,” harap Aopidi.
Terkait ide besarnya menjadikan Desa Kadu Genep sebagai desa wisata, suami dari ASN yang bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Serang ini, akan berkomunikasi dengan Ketua DPD Kadugenep Oji Sahroji, para pengrajin dan segenap tokoh masyarakat. Merumuskan dan membuat konsep agar rencana pembentukan Desa Wisata terarah dengan baik.
Selain itu, dirinya juga berharap agar puluhan rumah kumuh di desanya mendapat perhatian dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Tata Ruang. “Sampe sekarang masih ada puluhan rumah kumuh fi desa kami yang perlu mendapat perhatian dinas terkait. Ini (rumah rumah kumuh) masih menjadi PR kami,” pungkasnya.
Mengenai awal mula kerajinan tas di desanya, Aopidi dan masyarakat Kadugenep tak bakal melupakan jasa Rohman, kepala desa sebelum dirinya. “Beliau yang mempelopori. Beliau yang merintis kerajinan tas di Kadugenep,” katanya.
Rohman sendiri saat masih menjadi Kades Kadugenep pernah diwawancarai Radar Banten dan beritanya terbit pada radarbanten.co.id edisi Senin, 24 September 2018.
Efek domino yang bakal diperoleh dengan adanya Desa Wisata diyakini akan memberikan kesejahteraan bagi warga. Akan muncul usaha usaha pendukung. Misalnya kuliner, homestay di rumah warga dan souvenir selain tas. Aopidi juga berencana menggandeng Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Untuk mendidik pemuda pemudi setempat menjadi pemandu wisata yang mempunyai standart kepariwisataan. (m widodo)











