Kemudian, akan menyurati Kementerian Perdagangan (Kemendag) atas surat tembusan dari Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Puskopti) Kabupaten Serang untuk percepatan regulasi harga kedelai.
Kata Shinta, pemerintah akan membuka operasi impor kedelai. Karena, kebutuhan produksi kedelai lokal belum memenuhi pasar. “Tapi, yang kami lakukan saat ini tetap berkoordinasi terus dengan Pemprov Banten dan memantau di tingkat distributor,” katanya.
KURANGI PRODUKSI
Kondisi serupa juga terjadi pada produsen tahu tempe di wilayah Kabupaten Lebak. Para perajin tahu di wilayah Rangkasbitung melakukan aksi mogok produksi sebagai bentuk protes kenaikan harga kedelai. Saat ini, harga kedelai di Pasar Rangkasbitung mencapai Rp12.000 per kilogram atau naik Rp4.000 per kilogram dibandingkan biasanya.
Toto Saputra, perajin tahu di Salahau, Kelurahan Cijoro Lebak, Kecamatan Rangkasbitung, menyatakan, kenaikan harga kedelai sudah terjadi sejak awal Januari 2022. Kondisi tersebut membuat para produsen tahu tempe terpaksa mengurangi produksi.
“Tahun lalu, harga kedelai Rp8.000 per kilogram. Sekarang naik menjadi Rp12.000 dan bahkan di pengecer bisa mencapai Rp 13.000 per kilogram,” kata Toto Saputra kepada wartawan, kemarin.
Untuk itu, hingga Rabu (23/2) depan, para perajin tidak akan produksi tahu guna memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak. “Tiap hari, saya biasanya mengolah lima kuintal kedelai untuk dibuat tahu. Tapi, sejak harga kedelai naik, produksi turun menjadi dua kuintal dan ukuran tahu disesuaikan agar perajin tidak merugi,” terangnya.











