PANDEGLANG – Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika menyebutkan bahwa jumlah rumah terendam akibat bencana banjir sebanyak 1.165 unit rumah. Bencana banjir terjadi pada hari Selasa, 1 Maret 2022.
“Dari laporan kita terima sampai kemarin malam, jumlah rumah terendam banjir sebanyak 1.165 unit. Tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Pandeglang,” kata Sekretaris BPBDPK Kabupaten Pandeglang Rahmat Zultika kepada Radar Banten, Rabu (2/3) pagi.

Delapan kecamatan tergenang banjir terdiri dari Kecamatan Patia, Cisata, Pagelaran, Panimbang, Labuan, Picung, Cigeulis, dan Kecamatan Carita. Banjir disebabkan air sungai meluap setelah wilayah Pandeglang diguyur hujan dengan intesitas ringan hingga berat.
“Intensitas hujan terjadi akhir Februari hingga awal Maret. Sehingga menyebabkan beberapa titik di wilayah pandeglang terjadi banjir,” katanya.

Selain bencana banjir, terjadi bencana longsor di dua titik lokasi di Desa Kaduengang, Kecamatan Cadasari.
“Dilaporkan satu unit rumah rusak berat karena longsor,” katanya.
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD dan PK Kabupaten Pandeglang Latif menuturkan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan data laporan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Pandeglang.
“Kita masih melakukan pendataan. Laporan sementara ada dua jembatan terputus dan satu unit rumah rusak berat karena longsor,” katanya.
Sementara itu Ketua Forum Komunikasi Kampung Siaga Bencana (KSB) Kabupaten Pandeglang Beni Madrisa mengungkapkan, pada hari kedua bencana, tepatnya Rabu, 2 Maret 2022 pagi sekira 07.00 WIB, banjir masih menggenangi rumah warga di Desa Idaman, Kecamatan Patia.
“Wilayah Desa Idaman, Kecamatan Patia masih tergenang banjir. Di dataran yang paling tinggi, air genangan setinggi 50 sampai 80 centimeter,” katanya. (mg-01)











