RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan salesman yang biasa menawarkan berbagai produk makanan dan minuman di Kota Serang, ternyata rumahnya ada yang terdampak banjir pada 1 Maret lalu.
Untuk meringankan beban rekannya yang kebanjiran, Pengurus Gabungan Sales Banten (Gaseba) melakukan menggalang donasi.
“Kami Pengurus Gaseba menggalang donasi untuk membantu rekan-rekan kami sesama sales di Kota Serang yang menjadi korban banjir,” kata ketua Gaseba Banten Azidan Muarif kepada wartawan, Selasa (8/3/2022).
Donasi yang terkumpul, lanjut Azidan, diberikan langsung kepada salesman yang rumahnya ikut terendam banjir, di tiga kecamatan yang ada di Kota Serang.
“Hasil pendataan kami, anggota Gaseba yang menjadi korban banjir berada di Kecamatan Kasemen, Kecamatan Serang dan Kecamatan Taktakan” tuturnya.
Alumni Untirta yang akrab disapa Kang Zidan ini menambahkan, penyaluran bantuan dilakukan sejak Sabtu, 5 Maret 2022. Pengurus Gaseba menyerahkan langsung bantuan kepada salesman yang menjadi korban banjir.
Puluhan salesman yang menerima bantuan itu merupakan anggota Gaseba Banten yang masih aktif bekerja di perusahaan yang ada di Banten. Namun rumahnya yang berada di Perumahan Angsoka Permai Kecamatan Kasemen, Titan Arum Kecamatan Taktakan, dan Kebon Sayur Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang ikut terendam banjir.
“Bantuan yang kami berikan semoga berkah dan bermanfaat, dan semoga kita semua selalu di berikan kesabaran, ketabahan serta kesehatan, dan yang paling penting mudah-mudahan ada hikmah di balik musibah ini,” bebernya.
Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten Ayub Andi Saputra mengatakan, dampak banjir paling parah terjadi di Kota Serang selaku ibukota Provinsi Banten.
“Enam kecamatan di Kota Serang semuanya terdampak, paling parah di Kecamatan Kasemen,” tuturnya.
Ia melanjutkan, dari 4.872 rumah terendam banjir di Kota Serang, sebagian besar berada di Kecamatan Kasemen yang tercatat sebanyak 3.043 rumah terendam. Disusul Kecamatan Cipocok Jaya 915 rumah, Kecamatan Serang 531 rumah, Kecamatan Walantaka 404 rumah, Kecamatan Taktakan 15 rumah dan Kecamatan Curug 9 rumah.
“BPBD Banten telah mengintruksikan BPBD Kota Serang untuk terus melakukan pendataan dampak banjir, sekaligus tetap siaga lantaran cuaca ekstrem masih terjadi hingga saat ini,” ungkap Ayub.
Reporter : Deni Saprowi
Editor : Aas Arbi










