SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Wakil Ketua Komisi I DPRD Banten Fraksi Golkar M. Faisal menyoroti masih tingginya tunggakan pajak kendaraan bermotor di Provinsi Banten yang berpotensi mengurangi penerimaan daerah.
Menurut Faisal, masih banyak wajib pajak yang memilih menunda pembayaran pajak kendaraan karena berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga menunggu program pemutihan pajak dari pemerintah.
“Mungkin banyak wajib pajak yang menunda pembayaran. Mereka berpikir paling hanya terkena denda dan menunggu apakah nanti ada penghapusan denda pajak,” ujarnya, Sabtu 20 Juni 2026.
Ia memperkirakan masih terdapat potensi penerimaan yang cukup besar dari wajib pajak yang belum memenuhi kewajibannya.
Karena itu, DPRD Banten mendorong Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk terus meningkatkan upaya penagihan, baik melalui surat pemberitahuan, layanan digital, hingga sistem jemput bola kepada wajib pajak.
Menurut Faisal, langkah tersebut perlu dibarengi dengan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak kendaraan tepat waktu.
“Bapenda sudah melakukan berbagai upaya, mulai dari mengirim surat hingga menghubungi wajib pajak melalui pesan elektronik agar mereka segera membayar pajak,” katanya.
Ia optimistis target pendapatan daerah masih bisa tercapai apabila tingkat kepatuhan wajib pajak terus meningkat hingga akhir tahun.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











