Wajib Diisi Kader Lama Bukan Karbitan
CILEGON – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Demokrat Kota Cilegon akan segera melakukan Musyawarah Cabang (Muscab).
Melalui agenda itu, akan ditentukan siapa yang akan menduduki jabatan Ketua DPC Demokrat Kota Cilegon selanjutnya.
Saat ini, jabatan strategis itu diisi oleh Rahmatulloh. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon itu mengaku siap melepas jabatan itu namun dengan syarat.
Syarat yang dimaksud oleh dewan dari daerah pemilihan Jombang-Purwakarta itu adalah sosok yang akan menggantikan adalah kader lama yang terbukti loyal, bukan kader baru atau karbitan.
“Kalau kader karbitan yang baru ber-KTA (Kartu Tanda Anggota) karena kedekatan, karena cuan atau karena apapun saya kira, saya sebagai ketua DPC kurang pas. Harus berdasarkan pembuktikan, kelayakan, dan loyalitas kepada partai,” ujar Rahmatulloh, Minggu (13/3).
Rahmatulloh hawatir jika pimpinan DPC diisi oleh orang baru yang belum memiliki pengalaman dan perjuangan membesarkan Demokrat di Kota Cilegon akan berdampak pada soliditas.
Ia takut kondisi itu bisa membuat kader yang selama ini telah berjuang keras membesar partai di Kota Cilegon tidak solid.
Selain itu, Rahmatulloh menilai diisinya jabatan pimpinan dan kepengurusan DPC oleh kader berpengalaman dan loyal sebagai bentuk apresiasi partai terhadap kader tersebut.
Rahmatulloh mengaku tidak main-main dalam menyikapi sosok yang akan mengisi jabatan Ketua DPC Demokrat Kota Cilegon selanjutnya.
Menurutnya, jika nanti yang akan maju adalah sosok baru atau karbitan, Rahmatulloh mengaku akan kembali maju dalam kontestasi pemilihan ketua.
Meski ia saat ini sudah masuk dalam daftar kepengurusan DPD Demokrat Provinsi Banten, ia akan tetap maju dalam kontestasi.
“Selama mendapatkan dukungan 20 persen PAC masih bisa,” ujarnya.
Rahmatulloh mengaku tidak mau merasa lebih hebat dari yang lain. Karena itu jika ada yang lebih hebat dia akan legowo, dengan catatan berjanji akan membesarkan partai, dan sosok tersebut kader lama dan sudah berjuang membesarkan partai.
Disinggung terkait waktu pelaksanaan Muscab, Rahmatulloh mengaku masih menunggu arahan pimpinan dalam hal ini Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat. (Bam)











