Andika mencontohkan Pemprov Banten di mana dirinya menjabat sebagai wakil gubernur mendampingi Gubernur Wahidin Halim sejak 2017 lalu telah berhasil melakukan pembangunan jalan yang menjadi kewenangan provinsi hingga 99,8 persen berstatus mantap alias bermutu baik. Selain itu,dalam rangka menakan disparitas wilayah antara selatan dan utara Banten, Pemprov Banten juga telah berhasil memfasilitasi pembangunan jalan tol Serang Panimbang yang dimaksudkan untuk membuka akses di wilayah selatan Banten, sehingga perekonomian di wilayah yang meliputi Pandeglang dan Lebak itu perekonomiandapat tumbuh seperti di wilayah utara yang meliputi Serang, Cilegon dan Tangerang.
“Pemprov Banten dengan wakil gubernurnya yang adalah kader Golkar telah sangat memprioritaskan pembangunan di Pandeglang dan Lebak dalam rangka menekan disparitas wilayah dengan membuat stimulasi-stimulasi pertumbuhan ekonomi,” paparnya.
Lebih jauh Andika juga menekankan mengenai keputusan partai agar Golkar dapat mengusung sendiri kadernya pada perhelatan pilkada serentak di 2024 mendatang. Andika mencontohkan di Kabupaten Lebak harus didorong agar kader Golkar maju menjadicalon kepala daerah. Namun demikian,kata dia, Golkar Lebak harus terlebih dahulu mengejar target perolehan kursi di DPRD Lebakdengan target kemenangan 20 persen. “Insya Allah Pak ketua kita (Ketua DPD Golkar Lebak Suparman) jadi calon Bupati. Namun sekarang kita harus bekerja keras dulu bagaimana caranya kita menang pileg 20persen di Lebak agarkitabisa mengusung calon sendiri (meski tanpa koalisi),” kata Andika.
Untuk mengejar target-target tersebut, Andika melanjutkan, kunci kemenangannya hanya satu yaitu soliditas di internal partai. Menurut Andika dari hasil kajiannya sebagai Wasekjen Bidang PP Jawa I DPP, kekalahan yang dialami Golkar bukan karena hebatnya calon dari partai pesaing, melainkan karena terjadinya perpecahan diinternal Golkar.”Sudah banyak contohnya, di Kabupaten Bandung kita kalah karena kita pecah. Tidak usah jauh-jauh di Cilegon juga sama,” pungkasnya.(*)












