RADARBANTEN.CO.ID – Arus mudik 2022 mengalami kemacetan parah. Baik yang ke arah timur (ke Jawa Tengah dan Jawa Timur) melewati Jalan Tol Trans Jawa maupun yang ke arah barat menuju Pelabuhan Merak.
Padahal berbagai skenario dan skema untuk mengatasi membludaknya pemudik sudah dilakukan. Malah akibat, pemberlakuan salah satu skema one way dan ganjil genap ke arah timur sampai berimbas kemacetan parah di ruas Jalan Tol Cipularang dari arah Bandung menuju Jakarta.
Sejumlah warga mempertanyakan, kenapa arus lalu lintas mudik 2022 bisa macet parah kayak gini. “Apanya yang salah ya. Kan aparat sudah lama mempersiapkan pengaturan lalu lintas mudik sudah jauh-jauh hari?” tanya seorang warga Kota Serang kepada RADARBANTEN.CO.ID.
Dirangkum dari berbagai pemberitaan, ribuan pemudik yang sudah terjebak macet di beberapa lokasi selama 6 hingga 12 jam tak kuasa lagi menahan amarah. Mereka turun dari mobil dan terlihat cekcok dengan petugas.
Bahkan pemudik dari arah Bandung menuju Jakarta sudah tertahan berjam-jam di ruas Tol Cipularang. Sebagai imbas pemberlakukan one way di Tol Cikopo Palimanan (Cipali).
Sementara kemacetan parah yang terjadi di Pelabuhan Merak, kabarnya disebabkan oleh jumlah kapal yang beroperasi. PT ASDP semula berjanji akan mengoperasikan sedikitnya 69 kapal. Tapi fakta yang diperoleh Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga tidak sesuai yang dijanjikan.
“Fakta yang ada, saat ini hanya 34 kapal yang beroperasi. Kapolda Banten mendesak agar jumlah kapalnya ditambah menjadi 40 misalnya. Tapi, gak tau apakah sekarang sudah 40,” kata Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Shinto Silitonga, di Pelabuhan Merak, Kamis, 28 April 2022.










