Bahkan, setiap desa sudah menyiapkan masing-masing 1 RW untuk ikut lomba. “Jauh sebelum sosialisasi LKBA 2022, kami sudah sosialisasi ke desa-desa. Kami melakukan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan pada keikutsertaan di LKBA sebelumnya,” ucapnya.
Sementara itu, Kades Renget, Kutub mengatakan, masyarakat sudah banyak yang bertanya-tanya kapan LKBA 2022 dimulai. “Kalau sudah seperti ini (sosialisasi-red), kan kami sudah bisa melakukan persiapan. Insyaallah bisa bersaing kita,” katanya.
Memiliki pengalaman keikutsertaan pada tiga edisi LKBA sebelumnya, Desa Renget bertekad meraih gelar juara. “Kekurangan-kekurangan pada LKBA edisi sebelumnya akan kami benahi, agar kami tidak hanya sebagai peserta saja, tapi juga mendapat gelar juara. Semua sudah kami petakan, apa yang harus kami lakukan. Ada strategi yang sudah kami siapkan,” tegasnya.
Kasubdit Polmas Polda Banten AKBP M Adi Chandra mengatakan, antusiasme desa dengan gelaran LKBA masih tinggi. Ini harus dijaga dan ditingkatkan. Bahkan kami sudah menekankan kepada bhabinkamtibmas untuk berperan aktif dalam mendukung LKBA. Sektor keamanan menjadi titik fokus Bhabinkamtibmas berkalaborasi dengan Babinsa dan unsur lainnya, seperti pemuda dan masyarakat umumnya,” tuturnya.(*)
Reporter: Andre AP
Editor: Mastur











