SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, meminta Sungai Cidurian segera dinormalisasi serta dipasangi tanggul di sisi kiri dan kanan sungai.
Pasalnya, kondisi Sungai Cidurian dinilai sudah sangat memprihatinkan karena mengalami pendangkalan. Akibatnya, sungai tersebut kerap meluap setiap musim hujan dan menyebabkan banjir di permukiman warga.
Salah seorang warga Binuang, Safi’i, mengatakan banjir di Kecamatan Binuang merupakan kejadian rutin yang terjadi setiap tahun saat musim hujan.
“Desa yang dekat dengan Sungai Cidurian memang langganan banjir setiap tahun saat masuk musim hujan,” katanya.
Ia mengaku, banjir yang terjadi di wilayahnya disebabkan oleh kondisi sungai yang mengalami pendangkalan dan penyempitan, sehingga tidak mampu menampung debit air yang besar.
Untuk itu, ia berharap Sungai Cidurian dapat segera dilakukan normalisasi dan dibangun tanggul agar banjir tidak lagi terjadi di Kecamatan Binuang.
Saat ini, kondisi banjir di Kecamatan Binuang mulai surut. Dua desa yang sebelumnya terisolasi kini sudah bisa dilalui. Namun, masih terdapat satu wilayah, yakni Kampung Kuranji, yang masih terendam banjir.
Camat Binuang, Mamak Abror, mengatakan meskipun banjir mulai surut, masyarakat yang tinggal di sekitar Sungai Cidurian masih diliputi rasa waswas.
“Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan pada bulan Februari hujan masih berpotensi terjadi. Meskipun curah hujan di Kabupaten Serang sudah tidak terlalu besar, namun kondisi di Bogor juga perlu diwaspadai,” ujarnya.
Ia mengatakan, banjir di Kecamatan Binuang merendam wilayah tersebut selama kurang lebih satu pekan. Bahkan, banjir kali ini disebut sebagai yang terparah dalam 12 tahun terakhir.
Saat ini, sejumlah desa di Kecamatan Binuang sudah mulai surut dan lokasi yang sempat terisolasi kembali dapat dilalui.
Abror mengungkapkan, masyarakat Binuang tidak sekadar membutuhkan penanganan banjir jangka pendek berupa bantuan darurat. Lebih dari itu, warga berharap wilayah mereka dapat terbebas dari banjir secara permanen.
Seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat, diminta serius melakukan pembenahan terhadap sumber banjir. Upaya tersebut meliputi normalisasi Sungai Cidurian hingga pembangunan tanggul di sepanjang sempadan sungai agar air tidak lagi meluap ke permukiman.
“Kami ingin agar dibuatkan tanggul di sisi kiri dan kanan sungai, membentang dari Cikande hingga ke wilayah kami,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya mengapresiasi seluruh unsur yang telah terlibat dalam penanganan banjir di Kecamatan Binuang, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga masyarakat yang telah menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.
“Harapan besar kami, semoga Kecamatan Binuang bisa terbebas dari banjir,” pungkasnya.*
Editor : Krisna Widi Aria











