Namun, bukan pekerjaan mudah baginya dalam mengajak masyarakat untuk mengelola lingkungan agar menjadi lebih bersih, indah, dan aman.
Ia mengeluhkan soal dana partisipasi masyarakat. “Kalo sudah namanya dana partisipasi ini, ini selalu jadi incaran wartawan dan LSM. Kemudian ditulis…. diduga-diduga ini itu,” keluhnya.
Ia juga merasa selalu mendapatkan tentangan terkait program-program pemerintahan desa. Termasuk soal LKBA. “Saya mengajak masyarakat itu sulitnya luar biasa. Beda dengan bapak-bapak (para pemateri-Red) yang hanya menyampaikan ke kami-kami. Nah, kami pada Kades yang menyampaikan ke masyarakat yang sulit. Ada masyarakat yang tidak setuju, ngomongnya di belakang,” katanya.
MATERI SOSIALISASI
Di Kecamatan Carenang, acara sosialisasi berlangsung di aula Kantor Kecamatan Carenang. Diikuti beberapa kepala desa (Kades) dan staf kecamatan. Kecamatan Carenang terdiri dari 8 desa. Antara lain Desa Teras, Desa Panenjoan, Desa Mandaya, Desa Carenang, Desa Mekarsari, Desa Pamanuk, Desa Ragasmesigit dan Desa Walikukun.
Sosialisasi disampaikan oleh Kasubdit Bhabinkamtibmas Ditbimas Polda Banten AKBP Andaryoso menyampaikan kriteria aman, Kabid Pemberdayaan Masyarakat (PM) Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Serang, Imadul Majdi menyampaikan teknis pelaksanaan LKBA dan Dewan Redaksi Radar Banten M Widodo membawakan soal 6 kategori penilaian, berikut point- point yang dinilai.
Imadul Majdi mengharapkan, LKBA yang sudah berlangsung keempat kalinya ini, menjadi bagian keseharian masyarakat. Sebab, dampak LKBA ini dapat meningkatkan IDM (Indeks Desa Membangun). ” Selain itu saat ini di Kabupaten Serang tak ada lagi kategori desa yang sangat tertinggal,” kata Imadul Majdi yang akrab disapa Idi ini.











