“Kasihan para pengguna jasa penyeberangan Merak-Bakauheni karena mereka banyak yang kesulitan membeli tiket penyeberangan menggunakan aplikasi Ferizy dan kalaupun bisa ternyata ada biaya tambahan admin bank juga.” tutur Togar, Kamis 19 Mei 2022.
Togar menambahkan ternyata banyak pengguna jasa yang mengeluh belum mengerti dan kurang sosialisasi dari aplikasi ferizy tersebut. Akhirnya mereka membeli tiket penyeberangan di pinggir jalan atau bahkan lewat orang-orang yang tidak berkompeten. Bahkan dengan harga yang berbeda-beda yang mengakibatkan banyaknya biaya yang timbul dan harus dibayar pemakai jasa.
“Menurut saya untuk tiket penyeberangan, lebih baik ASDP menggunakan sistem yang sudah berjalan baik dilakukan di jalan tol, yaitu menggunakan e-Toll atau e-Money saja. Dengan demikian pengguna jasa hanya cukup dengan mengisi saldo di kartu e-toll atau e-money. Mereka sudah bisa langsung masuk pelabuhan tanpa ribet. Pemakai jasa juga tidak perlu takut tiket hangus sehingga mereka tidak perlu datang terburu-buru datang ke pelabuhan yang hal ini bisa menghindari antrean,” tegas Togar.
“Beberapa waktu yang lalu sebelum penjualan tiket online melalui Ferizy, ASDP kan pernah mempergunakan sistem pembayaran menggunakan e-Money dan itu terbukti lebih lancar,” tambah Togar.(*)
Reporter: Bayu Mulyana
Editor: Mastur











