CILEGON – Khoiri Soetomo, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) periode 2016-2021, yang terpilih pada Munas VIII, Sabtu (22/10) mengunjungi Pelabuhan Merak, Minggu (23/10) sore.
Khoiri mengaku kedatangannya ke Pelabuhan Merak karena prihatin jumlah penumpang kapal rute Pelabuhan Merak – Bakauheni menurun.
“Karena kondisi memperihatinkan ini sudah berlangsung lama. Sebenarnya kami sudah tidak ada waktu untuk menunda-nunda, sehingga tadi malam itu kami baru terpilih sekitar jam 20.30 dan saya putuskan untuk bergerak, bekerja dan melihat secara langsung untuk jadi bekal kami untuk bicara kepada Kementerian Perhubungan,” ujarnya.
Diungkapnya, penurunan jumlah penumpang Pelabuhan Merak – Bakauheni salah satunya merupakan dampak dari adanya Pelabuhan Bojonegara dan rute baru Pelabuhan Tanjung Priok – Lampung. “Kita semakin sulit dengan kondisi iklim usaha kita. Yang jelas teman-teman kita di sini sudah pada titik yang mengenaskan sehingga muncul persaingan yang tidak sehat dan tidak kondusif. Penurunannya sekitar 40 persen,” ucapnya.
Ia berharap, pemerintah dapat menaungi seluruh pelabuhan dalam satu naungan yang sama dalam PT. ASDP Indonesia Ferry. Hal itu sambungnya agar pelabuhan-pelabuhan lain dapat terkontrol dan terkendali.
“Lintasan Merak-Bakauheni yang telah dibanganun sedemikian baiknya ini, dengan kapal yang besar-besar dengan standar keamanan dan pelayanan yang tinggi, tentunya harus dilindungi. Tidak boleh disaingi dengan lintasan-lintasan yang standarnya tidak sama,” ujarnya. (Riko)








