Hanya saja, ada beberapa hambatan untuk melaksanakan LKBA di lapangan. Yang pertama adalah budaya gotong royong sekarang ini sudah langka. “Jadi budaya gotong royong itu sekarang bukan lagi tertidur. Tapi, sudah mati suri,” kata Imron.
Kendati begitu, tegasnya, tugas pimpinan adalah menggerakkan agar masyarakat bangkit lagi untuk bergotong royong.

Tantangan yang kedua adalah soal anggaran. Selalu saja banyak yang menanyakan ketika digelar kegiatan. “Pak Camat endi picise. Sebab, semua kegiatan pasti memerlukan dana. Mau ngecat tembok, perlu dana,” papar Imron.
Akan tetapi, kata dia, hal itu menjadi tugasnya dan akan diatasi agar kegiatan dari pimpinan berjalan dengan baik.
Sosialisasi di Kecamatan Kibin dihadiri lengkap 9 desa, Danramil Kibin/Cikande Kapten Sudarsono, unsur Bhabinkamtibmad, Babinsa dan para staf kecamatan.
Adapun 9 desa di Kecamatan Kibin adalah Desa Kibin (Achmad Syamsudin), Desa Ketos (Hj Rohyati), Desa Tambak (Ade SH), Desa Cijeruk, Desa Nagara (H Abdul), Desa Sukamaju (Hj Badriah), Desa Barengkok, Desa Ciagel, dan Desa Nambo Ilir.
Hadir sebagai pemateri sosialisasi adalah Kasubdir Bhabinkantibmas Polda Banten, AKBP Andaryoso, Kepala Bidang Pemerintahan Desa, DPMD Kabupaten Serang, Lisa dan M Widodo dari Radar Banten.
Penulis: M Widodo











