SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akhirnya mrmusnahkan udang beku yang terkontaminasi radionuklida Cesium (Cs-137) yang berasal dari Cikande, Kabupaten Serang.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dengan suhu tinggi dan menggunakan alat incenerator khusus.
Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH/BPLH sekaligus Ketua Bidang Mitigasi dan Penanganan Kontaminasi, Rasio Ridho Sani, mengatakan, telah melakukan pengujian terhadap 2 kontainer udang suspect.
Dari total 3.250 kotak karton yang diperiksa, ditemukan 494 kotak karton atau sebanyak 5,7 ton udang yang terkontaminasi radioaktif Cs- 137 pada bagian luar karton.
“Hasil pengujian terhadap sampel udang menunjukkan kandungan Cs-137 sebesar 10,8 Bq/kg (uji basah). Nilai ini lebih kecil dari 100 Bq/kg atau tingkat klirens Cs-137 yang dapat dilepaskan ke lingkungan,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Radar Banten, Minggu 16 November 2025.
Ia mengatakan, berdasarkan rekomendasi dari Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Bapeten tentang Pemusnahan udang terkontaminasi Cs-137 dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
“Pemusnahan dilakukan dengan insinerasi menggunakan insinerator tipe Vertical Stoker pada suhu 800–900 ° celcius, dilengkapi Peralatan Pengendalian Emisi Udara dan Continuous Emission Monitoring System (CEMS),” ujarnya.
Selain itu, lajut Ridho, abu hasil insinerasi ditangani melalui makro enkapsulasi dengan solidifikasi/concrete dalam HDPE box, kemudian ditempatkan di landfill klas 1 yang dioperasikan PT PPLI/DOWA.
Proses ini dilakukan sesuai protokol keamanan radiasi dan lingkungan, serta disupervisi pihak-pihak yang berkompeten, mulai dari Bapeten, BRIN, Barantin hingga KLH.
Sementara itu, pihaknya mengatakan, upaya mitigasi dan dekontaminasi cemaran Cs-137 di Kawasan Cikande, terus dilakukan secara intensif oleh Satgas.
Lokasi zona merah A, C1, D, H, dan I telah dinyatakan aman oleh Bapeten dan BRIN. Lokasi B, E, F, F1 sedang dalam tahap cementing dengan beton K-350, sementara F2 finalisasi stripping untuk persiapan cementing.
Lokasi C di belakang Pabrik PT VP sedang dipersiapkan untuk containment dengan pemagaran demi keselamatan masyarakat.
“Hingga saat ini, material terkontaminasi Cesium 137 yang berhasil dipindahkan mencapai 975 ton, ditempatkan di Interim Storage PT PMT. Seluruh proses dekontaminasi ditargetkan selesai akhir November,” pungkasnya.
Editor: Mastur Huda











