SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Temuan radiasi Cesium 137 (Cs-137) di Kawasan Industri Modern Cikande, Kecamatan Cikande Kabupaten Serang mulai berdampak terhadap warga.
Khususnya mereka yang bekerja di pabrik-pabrik yang tercemar oleh radiasi Cs-137.
Para pekerja mengalami pemutusan hubungan kerja karena pabrik mereka saat ini belum bisa kembali beroperasi.
Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan, kadar Cesium 137 di dalam tubuh mereka melebihi ambang batas sehingga harus meminum obat khusus setiap harinya.
Salah satunya seperti yang dialami oleh Sahroni dan istrinya yakni Sarkinah yang merupakan warga Kampung Bayur, Desa Nambo Udik, Kecamatan Cikande.
Keduanya kehilangan pekerjaan karena perusahaan tempat mereka bekerja hingga kini belum bisa beroperasi.
Pria berusia 51 tahun ini sendiri bekerja di PT Peter Metal Technology (PMT).
Ia kini tidak lagi bisa bekerja karena perusahaan tempat ia bekerja dulu tutup dan diduga menjadi penyebab pencemaran radioaktif Cs-137.
“Sekarang sudah tidak bekerja lagi, jadi udah ga punya penghasilan per bulannya. Sebelumnya kan ada penghasilan karena kerja,” katanya, Selasa 21 Oktober 2025.
Ia mengungkapkan, saat ini dirinya mengaku kewalahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari karena tidak lagi memiliki penghasilan.
Untuk itu, ia meminta pemerintah turun tangan membantu warga seperti dirinya yang juga kehilangan pekerjaan akibat adanya radiasi Cs-137.
“Harapan kita ada bantuan dari pemerintah untuk mencarikan kerja, sehingga kami masih bisa punya penghasilan,” ujarnya.
Tak hanya kehilangan pekerjaan, Sahroni pun diminta olah pihak rumah sakit untuk meminum obat secara rutin usai pemeriksaan kesehatan.
“Diperiksa langsung dikasih obat. Diminum sehari 3 kali, sekali minum 3 butir. Pertama diberi obat dua botol untuk tujuh hari, lalu ditambah lagi satu botol,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











