Sebagai contoh melalui sistem satu kali entry pada saat daftar online, data yg masuk dari data mahasiswa lebih akurat, karena tersinkronisasi ke data Fakultas, BAAK dan Biro Keuangan. Hal ini karena data yg masuk menjadi big data dan dapat digunakan untuk berbagai layanan.
“Jadi dengan penerapan layanan digital dengan sistem one entry multy service dengan satu kali masuk data menghasilkan banyak layanan,” jelasnya.
Lebih jauh, Amarullah menyatakan, efisiensi dari perilaku digital ini juga akan mengurangi penggunaan kertas dan mendukung terwujudnya percepatan visi green industry. Di lain sisi, pada bidang administrasi keuangan, UMT juga sudah mulai mengimplementasikan digitalisasi kedalam sistem yang terintegrasi.
Hal ini tentunya sangat memudahkan mahasiswa dalam melakukan pembayaran kuliah. Sementara itu Dekan Fakuktas Ekonomi dan Bisnis UMT Dr .Hamdani menambahkan, layanan berbasis digital sudah dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMT. Kedepan sistem yg dikembangkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMT akan terkoneksi dengan bagian akademik dan keuangan UMT, sehingga tidak lagi diperlukan validasi.
“Sehingga Efektifitas dan efesiensi bisa dilakukan sebagaimana layaknya konsep Green Industry” tandasnya. (*)
Reporter: Syaiful Adha











