“Kami sudah mengumpulkan poin yang cukup bagus di Kasad Cup 2022, Maret lalu, karena di sana kami menghasilkan dua medali emas, tiga perak, dan empat perunggu. Itu semua kami dapat sebagian dari delapan kelas yang tidak dipertandingkan (di Porprov VI Banten-red),” ungkap Viner yang berniat melayangkan protes ke KONI Banten dan PB Porprov.
Pelatih judo Kabupaten Pandeglang Nani Nurnaningsih menyatakan hal senada. Namun, dia lebih menyoroti kesempatan atlet judonya bisa berprestasi di level Banten, terutama di Porprov.
“Jelas buat kami, Pandeglang, dirugikan. Apalagi setelah pandemi Covid-19, anak-anak sangat mengimpikan bisa bertanding dan berprestasi. Porprov merupakan ajang tertinggi buat atlet kami dan sudah ditunggu-tunggu untuk mereka kejar prestasinya,” ujar Nani.
“Kasihan anak-anak yang sudah berlatih keras dan berharap bisa berprestasi di Porprov, kami harap jangan matikan semangat prestasi pejudo kami,” imbuhnya.
Nani mengaku semakin sedih, apabila aturan PB Porprov VI Banten di cabor judo diterapkan. Yakni, wilayah hanya bisa menurunkan seorang pejudo di satu kelas.
Hal itu berbeda dengan Porprov sebelumnya. Bahwa, untuk meningkatkan prestasi, memperbolehkan satu wilayah menurunkan dua pejudo di satu kelas. (apw/don)

