Untuk pengembangan Stasiun Rangkasbitung ini akan dilakukan dalam dua tahapan yang dimulai ditahun 2021. Yang mana ditahun 2021 ini pihaknya mulai mengerjakan pembangunan peron. Dan baru lah di tahun 2023 akan dilakukan pembangunan berbagai sarana prasarana bangunan di Stasiun Rangkasbitung.
“Nantinya stasiun ini akan memiliki luas 8.000 m² dengan 9 track yang terdiri dari 3 jalur stabling, 3 jalur KRL, dan 2 jalur KA Lokal. Dan kita targetkan volume di stasiun ini yang tadinya 25.000 penumpang nantinya meningkat menjadi 83.000 penumpang,” jelasnya.
Sementara, Asda II Setda Lebak Ajis Suhendi mengatakan, bahwa rencana pembangunan Stasiun Rangkasbitung ini perlu dibahas secara tuntas, karena pembangunan stasiun itu tentunya akan berdampak bagi pembangunan di Kabupaten Lebak.
“Dalam rapat ini kita libatkan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) yang mana kita ketahui sendiri Stasiun Rangkasbitung ini berdekatan dengan Pasar Rangkasbitung, juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbuspar) Lebak dengan harapan pembangunan Stasiun Rangkasbitung ini dapat mendongkrak perekonomian khususnya pariwisata di Lebak,” pungkasnya. (*)
REPORTER: Yusuf Permana
Editor: Agung SP











