LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan ulama di Kabupaten Lebak dikukuhkan sebagai pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak bersamaan dengan Ketua MUI Lebak terpilih hasil Musda MUI ke X yakni KH Pupu Mahpudin, Rabu 6 Juli 2022.
Pelantikan pengurus dilakukan di Pendopo Bupati Lebak, Rangkasbitung yang dihadiri langsung Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, unsur forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Lebak, tokoh nasional sekaligus mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, Ketua MUI Banten KH Tb Hamdi Ma’ani, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lebak.
Melantik para pengurus, Ketua MUI Banten meminta Ketua MUI Lebak bersama dengan para pengurusnya membawa pembaharuan dan mengkokohkan pondasi keimaman di Kabupaten Lebak.
Ia pun mengumpamakan Ketua MUI Lebak menjadi sebuah ragi dalam salah satu bahan baku pembuatan makanan tapai. Yang mana, ragi itu dapat mengubah singkong yang awalnya keras menjadi lunak.
“Ketua MUI itu harus menjadi ragi yang bisa menjadikan sebuah singkong menjadi lunak, dingin dan enak dimakan. Nah ketua MUI harus menjadi seperti itu dengan merubah organisasi menjadi yang lebih baik,” kata Tb Hamdi.
Ia juga meminta agar KH Pupu juga untuk memaksimalkan Sumber Daya Manusia (SDM) dengan menempatkan para pengurus di lingkung sektor unggulannya masing-masing.
“Pemimpin harus menjadi pelatih pada tim sepakbola profesional yang mana dalam memilih timnya pelatih memilih anggota yang sesuai dengan kemampuannya. Jika begitu, maka Insya Allah MUI Lebak dapat menjadi percontohan MUI di Banten,” ujarnya.
Sementara itu, Mulyadi Jayabaya berharap MUI Lebak dapat menjadi pondasi utama dalam menegakan keimanan warga Lebak.
“MUI Lebak harus dapat menjadi landasan keimanan dan ketakwaan di Kabupaten Lebak. Karena keimanan umat adalah tugas pembinaan dari MUI itu sendiri,” pungkasnya. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agung SP











