WARINGINKURUNG, RADARBANTEN.CO.ID – Akses jalan menuju makam Ki Sulanjana di Desa Cokop Sulanjana, Kecamatan Waringinkurung dibangun.
Gunung Sulanjana dinilai bisa menjadi objek wisata potensial. Selain menyuguhkan pemandangan alam yang indah, di gunung itu ada tujuh sumber mata air yang tidak pernah kering meski kemarau panjang.
Sekretaris Desa Cokopsulanjana Suhandi mengatakan, pembangunan jalan dilakukan secara bertahap. Awalnya menggunakan anggaran dana desa, namun terkendala karena peralihan anggaran untuk penanganan Covid-19. Kemudian dilanjutkan dengan memanfaatkan dana dari para donatur.
“Untuk panjangnya belum bisa kami sebutkan karena belum selesai, kalau lebarnya sekira satu meter,” kata Suwandi kepada Radar Banten, Selasa (12/7).
Dijelaskan Suwandi, akses jalan menuju puncak lumayan terjal dan licin ketika hujan. Karena itu perlu adanya pembangunan jalan agar memudahkan akses wisatawan yang berkunjung. “Kami baru bisa membangun dengan paving block,” tuturnya.
Pemuda Desa Cokop Sulanjana Masab menambahkan, ada tujuh sumur di gunung ini yang tidak pernah kekeringan. Pada puncak kedua yang lebih tinggi terdapat petilasan Ki Sulanjana. Di puncak ini diyakini menjadi tempat pusat menyusun rencana pengembalian kejayaan Banten yang sebelumnya terjadi perang antar saudara.
“Walau sedang kemarau dan di mana tidak ada air di tujuh sumur ini tetap masih ada air,” kata Masab.
Selama melakukan pendakian ke puncak gunung terdapat batu kembar yang berdampingan sangat tinggi. Sampai pada puncak pertama pandangan akan tertuju pada indahnya dan luasnya Kabupaten Serang dari atas gunung. Selain pemandangan yang indah terdapat makam Syekh Abdu Zakaria yang merupakan Buyut Sulanjana. (drp/bie)










