“Hari ini (kemarin) saya bagikan untuk 150 mahasiswa Faletehan Kartu Indonesia Pintar. Semua penerima KIP akan ditanggung biaya kuliahnya selama delapan semester serta tiap bulan mendapatkan bantuan. Semoga ini menjadi motivasi agar penerima beasiswa KIP menyelesaikan kuliah tepat waktu. Jangan sampai menjadi gagal, supaya jerih payah saya kami sebagai anggota DPR yang menjaring aspirasi masyarakat bermanfaat,” beber Rano.
Dalam kesempatan itu, Rano tidak hanya membagikan 150 KIP Kuliah Merdeka, namun juga menyerahkan bantuan sebesar Rp498 juta kepada pihak rektorat untuk pembangunan Laboratorium di Universitas Faletehan.
“Tidak ada alasan Banten tidak maju, mahasiswanya harus berperan dalam membangun Banten. Setelah masa pandemi ini selesai, pembangunan di Banten saya yakin akan lebih cepat bangkit. Terlebih lagi sudah dibangunnya Tol Serang-Panimbang,” bebernya.
Untuk lebih memotivasi mahasiswa agar berkontribusi pada pembangunan daerah, Rano sempat menceritakan perjuangannya membangun Banten sepanjang menjabat Wakil Gubernur dan Gubernur Banten.
“Dulu saat saya menjabat Wakil Gubernur, saya tertantang untuk mendukung penuh generasi muda Banten berprestasi. Salah satunya melalui marching band Gita Surosowan. Saat itu saya tidak tahu Gita Surosowan, namun Alhamdulilah berhasil meraih juara pertama Piala Presiden dan menjadi satu-satunya marching band di Asia Tenggara yang diundang mengikuti perlombaan di Eropa tepatnya di Belanda untuk mengharumkan Indonesia dan diapresiasi Presiden,” urainya.
Bahkan ketika dirinya dilantik menjadi Gubernur Banten, Rano mengaku tetap mendukung kegiatan Gita Surosowan yang tampil di Amerika Serikat.
“Ketika Gita Surosowan diundang ke Amerika, saya tidak ikut karena sudah menjabat gubernur. Tapi Pemprov Banten saat itu mendukung penuh semua kebutuhan Gita Surosowan. Prestasi generasi muda yang seperti ini yang harus kita perbanyak di Banten, agar berkiprah di kancah nasional dan internasional,” tegasnya.










