CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID– Sejak Januari hingga pertengah Juli 2022, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat sebanyak 274 warga Kota Cilegon terjangkit kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dari kasus tersebut Kecamatan Jombang penyumbang tertinggi penderita DBD.
Hal tersebut disampaikan, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kota Cilegon, Sri Rezeki saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin, 18 Juli 2022.
“Di Kota Cilegon warga yang terjangkit kasus DBD hingga pertengahan Juli ini sudah ada 247 orang dan Kecamatan Jombang penderita DBD terbanyak,” kata Sri.
Lebih lanjut, Sri menuturkan, dari sebaran jumlah warga yang terjangkit kasus DBD di setiap kecamatan yang ada di Kota Cilegon berdasarkan laporan dari masing-masing puskesmas.
“Kecamatan Jombang sebanyak 45 kasus, Cibeber 43 kasus, Pulomerak 33 kasus, Grogol 31 kasus, Cilegon 28 kasus, Ciwandan 25 kasus, Purwakarta 24 kasus, Citangkil dua 24 kasus dan yang terakhir Citangkil satu ada 21,” jelasnya.
Diungkapkan Sri, kasus DBD tahun ini mengalami peningkatan bila dibanding dengan tahun sebelumnya, dikarenakan tahun lalu (2021) maraknya kasus Covid-19, sehingga warga banyak yang tidak datang ke layanan kesehatan untuk memeriksakan kasus tersebut.
“Meski jumlah kasus tahun 2021 lebih rendah dibanding tahun 2022, namun angka kematian tahun 2021 lebih tinggi dari pada tahun 2022. Tahun 2021 ada 4 kasus kematian sedangkan tahun 2022 di pertengahan Juli ini ada 1 kasus kematian,” tuturnya.
Dengan meningkatnya kasus DBD yang menyerang di Kota Cilegon, pihaknya tidak bosan untuk terus mengingatkan kepada Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas untuk mengajak warganya aktif dalam melakukan kegiatan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan cara 3M plus.
“Yakni menguras dan membersihkan tempat yang sering dijadikan tempat penampungan air seperti bak mandi, ember dan lain-lain. Yang kedua menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan yang terakhir mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi untuk jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD. Jadi harus lebih ditingkatkan dengan melakukan PSN karena fogging bukan solusi,” pungkasnya.
Menanggapi tingginya kasus DBD di Kecamatan Jombang, Burhanudin selaku Camat Jombang mengaku sudah memberikan imbauan kepada lurah-lurah dan masyarakat untuk pentingnya menjaga kebersihan masing-masing lingkungan.
“Sekarang kan musim pancaroba panas tidak menentu jadi masyarakat khususnya warga Kecamatan Jombang agar lebih meningkatkan lagi kesadaran dalam menjaga lingkungan, sehingga kasus DBD di Kecamatan Jombang bisa ditekan,” tutupnya. (*)
Reporter : Raju











