LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Eks narapidana teroris (Napiter) yang berasal dari Bandung dikabarkan pernah memberikan bantuan kepada para warga Baduy yang berada di Kampung Mualaf Baduy, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Bantuan yang diberikan ialah uang tunai, sembako, dan Alquran.
Kabar pemberian bantuan dari Napiter itupun ditanggapi secara serius oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak khususnya Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan (Bakor Pakem).
Ketua Bakor Pakem ST Hapsari membenarkan adanya aliran bantuan itu. Pihaknya pun kini tengah mengawasi dan memberikan perhatian khusus kepada Kampung Baduy Mualaf itu.
“Hal ini (bantuan dari Napiter) sudah kita bahas di Bakor Pakem. Udah sudah kita follow up, bahkan kita tengah bahas tentang pemberian bantuan. Jadi sebelum ada kejadian, kita lakukan langkah preventif terlebih dahulu,” kata ST Hapsari kepada Radarbanten.co.id, Rabu 20 Juli 2022.
Hapsari mengatakan, aliran bantuan dari eks Napiter itu perlu diawasi, karena untuk mencegah penyebaran paham radikalisme. Sebab, para eks Napiter yang menyumbangkan aliran dana melalui pondok pesantren di Bandung sendiri diduga masih terafiliasi dengan jaringan teroris. Dan para eks Napiter itu juga berdasarkan informasi yang dirinya terima belum di deradikalisasi.
“Jadi di intelijen itu ada yang namanya kirka atau perkiraan keadaan. Kita harus perkirakaan apakah ada paham radikalisme dari para eks Napiter ini kepada warga Kampung Mualaf. Karena kita ketahui, mereka ini (eks Napiter) terafiliasi dengan jaringan teroris, dan belum di deradikalisasi,” katanya.











