LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Kejadian tidak menyenangkan dialami oleh para pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) jurusan Citeras-Rangkasbitung. Mereka tertahan di dalam gerbong selama satu jam pada Sabtu, 23 Juli 2022, pukul 16.00 WIB.
Mereka tertahan sebelum memasuki Stasiun Rangkasbiung. Banyak dari para penumpang yang menggeluh. AC di gerbong kereta ikut padam membuat penumpang kepanasan.
Usut punya usut, kejadian itu disebabkan adanya kendala teknis pada Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Citeras-Rangkasbitung.
Gangguan itu membuat kereta tidak dapat beroperasi. Hal itu juga menyebabkan penumpukan penumpang di Stasiun Rangkasbitung.
“Iya mas tadi kejebak di kereta satu jam, gak boleh turun juga sama petugas, padahal di dalam gerbong itu panas, pengap banget,” kata Indah, salah satu penumpang saat dihubungi Radar Banten.
Indah mengatakan, setelah satu jam terjebak di dalam gerbong, akhirnya petugas mengizinkan dirinya dan para penumpang lain untuk turun dan melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju stasiun Rangkasbitung.
“Boleh turun, tapi kita tetap harus tap out. Jadinya kita jalan tuh sampe Stasiun Rangkasbitung,” katanya.
Ia berharap kejadian seperti tidak terulang kembali dengan adanya antisipasi dari pihak PT KAI Commuter.
Sementara, berdasarkan rilis yang diterima, PT KAI Commuter meminta maaf kepada para penumpang atas kejadian tersebut.
“KAI Commuter memohon maaf atas kendala perjalanan KRL yang sempat terjadi pada Sabtu sore (23/7) sekitar pukul 16.00 WIB. Kendala perjalanan tersebut dikarenakan kendala teknis LAA pada lintas Citeras – Rangkasbitung, sehingga perjalanan KRL dari Stasiun Citeras – Rangkasibitung begitupun sebaliknya sementara tidak bisa melintas,” kata Leza Arlan, Manager External Relations & Corporate Image Care
KAI Commuter dalam rilisnya.
Proses perbaikan oleh Petugas terkait kendala teknis LAA dilakukan hingga pukul 17.38 WIB. Kendala tersebut sudah bisa tertangani dan LAA pada lintas sudah kembali dinyalakan. Namun demikian, saat ini perjalanan KRL masih dalam proses penguraian antrean akibat kendala teknis tersebut.
Selama proses penanganan tersebut, KAI Commuter melakukan rekayasa pola operasi perjalanan KRL antara lain:
1. KRL No. 2082 relasi Tanah Abang – Rangkas, perjalanannya hanya sampai Stasiun Citeras untuk kembali menjadi KRL No.2211 relasi Citeras – Tanah Abang.
2. KRL No. 2084 relasi Tanah Abang – Rangkas, perjalanannya hanya sampai Stasiun Citeras untuk kembali menjadi KRL No.2233 relasi Citeras – Tanah Abang.
“Para pengguna KRL kami imbau untuk selalu menjaga keselamatan dan tetap utamakan protokol kesehatan. Tidak memaksakan naik KRL jika KRL sudah penuh serta selalu ikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam KRL.
Ikuti informasi terkini perjalanan KRL dari sosial media @commuterline dan aplikasi KRL Access,” imbaunya. *
Reporter; Yusuf Permana











