PEMPROV Banten sedang menyiapkan lahan untuk pembangunan rest area sebelum Gerbang Tol Merak. Lahan yang sedang dipersiapkan itu memiliki luas hampir lima hektare.
Penjabat Sekda Banten Moch Tranggono mengatakan, pembangunan rest area itu karena imbas dari pengalaman Idul Fitri kemarin. “Nah kita antisipasi ini dulu,” ujar Tranggono melalui telepon seluler, kemarin.
Kata dia, tahun ini akan dibuat feasibility study (FS) dan dokumen perencanaan pengadaan lahan (DPPT). Diharapkan, di tahun ini juga Pemprov bisa bayarkan lahan yang akan digunakan untuk rest area Merak itu. Sebagai upaya percepatan, lahan yang akan dibebaskan yakni kurang dari lima hektare agar tak perlu melakukan penetapan lokasi.
Sedangkan tahun depan akan dilakukan pengerasan lahan, sehingga dapat digunakan untuk parkir kendaraan, sebelum dibangun rest area. “Karena saat libur Natal dan Tahun Baru nanti belum siap, maka kami akan antisipasi buffer di tiga gerbang tol. Kerja sama dengan Polantas, ASDP, dan MMS dengan menyaring di jalan. Yang dipastikan (sudah memiliki tiket kapal-red) yang masuk di sana (Pelabuhan Merak-red),” terangnya.
Apabila tahun depan sudah dilakukan pengerasan lahan maka Tranggono mengungkapkan lahan itu dapat digunakan untuk parkir kendaraan yang menuju ke Pelabuhan Merak agar tak terjadi penumpukan. “Belum (rest area-red). Baru untuk parkir saja. Ada tempat wisatanya juga. Danau,” ujar mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten ini.
Bahkan, ia mengatakan, untuk jangka panjangnya, pihaknya mencoba meningkatkan pertumbuhan di wilayah barat Banten. “Kita berpikir ada disparitas timur dan barat Banten. Di Timur, kontribusi pajak kendaraan bermotor tinggi, sekitar 70 persen PAD di Tangerang Raya,” ungkapnya. Untuk itu, Pemprov mencoba bangkitan baru di wilayah barat dengan lebih menghidupkan wilayah Merak, dengan mengembangkan kawasan wisata dan transportasi.












