LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Meningkatkan kualitas dan daya saing SDM merupakan salah satu misi yang ingin dicapai oleh Bupati Iti Oktavia Jayabaya dan Wakilnya Ade Sumardi. Berbagai program pun terus digencarkan guna meningkatkan kualitas SDM di Kabupaten.
Namun, dalam upayanya, Lebak masih memiliki permasalahan krusial yang menghambat tercapainya misi bupati dua periode itu yakni masih kurangnya tenaga pendidik alias guru.
Dinas Pendidikan (Disdik) Lebak mencatat Lebak sendiri kini hanya memiliki guru sebanyak 5.583 guru. Jumlah tersebut masih jauh mencukupi kebutuhan guru yang mencapai 9.500.
“Ya kita masih banyak kekurangan tenaga guru, dari 9.500 kebutuhan guru kita sekarang hanya punya 5.583 guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS). Jadi kita masih butuh 3.000 sampai 4.000 tenaga guru,” kata Kepala Disdik Lebak Wawan Ruswandi kepada Radar Banten, Selasa 9 Agustus 2022.
Kata Wawan, kekurangan guru semakin bertambah dengan adanya 355 tenaga guru PNS yang masuk Batas Usia Pensiun (BUP) dan meninggalkan tugasnya sebagai tenaga pengajar di tahun 2022 ini.











