“Iuran bulanannya Rp16.800 per bulan. Saya berharap seribu peserta dari Mathla’ul Anwar terlaksana dengan lancar dan iurannya berkelanjutan,” ungkap Didin.
Kata Didin, pihaknya siap terjun ke perguruan-perguruan dan kantong – kantong warga Mathla’ul Anwar di Banten untuk memberikan edukasi mengenai program jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai program pemerintah yang pelaksanaannya ditugaskan kepada BPJS Ketenagakerjaan.
“Sasarannya tidak hanya guru dan tenaga kependidikan, juga para orangtua siswa yang anaknya belajar di perguruan Mathla’ul Anwar. Apalagi kebanyakan orangtua siswa bekerja di sektor informal,” ungkap Didin.
Orangtua siswa, khususnya yang bekerja di sektor informal seperti petani, pedagang, nelayan, dan lainnya, masuk BPJS Ketenagakerjaan antara lain supaya pendidikan anak-anaknya terjamin.
“Apabila orangtua siswa meninggal karena kecelakaan kerja, dua anaknya dapat beasiswa dari BPJS Ketenagakerjaan sampai kuliah. Jadi biaya pendidikan anak-anaknya tidak terkendala walaupun orangtuanya meninggal,” jelas Didin.
Wakil Ketua Umum PB MA Mathla’ul Anwar Babay Sujawandi mendorong pengelola perguruan atau satuan pendidikan di Mathla’ul Anwar Banten ikut program BPJS Ketenagakerjaan.
“Manfaatnya sangat terasa. Jika terjadi kecelakaan kerja dan harus dirawat, tak perlu lagi memikirkan biaya perawatan di rumah sakit. Semuanya dijamin dan dibayar oleh BPJS Ketenagakerjaan sampai sembuh. Unlimited,” ungkap Babay. *
Editor : Aas Arbi











