LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – 3 ruangan pada SMPN 5 Cibeber dilaporkan telah dibobol kawanan maling. 63 tablet beserta barang berharga lainnya pun raib dibawa kabur maling.
Informasi yang dihimpun, aksi kawanan maling itu baru diketahui pada Minggu 14 Agustus 2022 sekitar pukul 08.00 WIB. Kawanan maling itu membawa kabur barang berharga di sekolah itu dengan cara membobol tiga ruang sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Lebak Wawan Ruswandi membenarkan peristiwa itu. Katanya, hilangnya barang-barang berharga itu pertama kali diketahui oleh salah satu guru sekolah yang hendak mengantarkan peralatan camping.
“Ya kita mendapatkan laporan bahwa SMPN 5 Cibeber sudah dibobol maling, hal itu diketahui setelah Suhendar, salah satu guru di sekolah itu mengantarkan peralatan camping yang baru digunakan para siswa sekolah,” kata Wawan kepada Radar Banten.
Kata Wawan, saat mengantarkan peralatan, Suhendar dibuat kaget dengan kondisi ruang Tata Usaha yang sudah berantakan. Ia pun memeriksa ruangan lainnya dan ternyata benar ada dua ruangan lainnya yakni ruang guru, dan kurikulum yang kondisinya serupa dengan ruang tata usaha.
“Ketika masuk dan melihat ruang sekitar, guru ini mulai curiga ada orang lain yang telah memasuki ruangan tersebut karena terlihat berantakan dengan pintu-pintu lemari yang terbuka, barang-barang berharga sudah tidak ada di tempatnya, loker – loker meja sudah dikeluarkan isinya. Ia pun lantas mencoba melakukan pengecekan ke bagian pintu tengah ruangan tersebut, dan benar saja gembok pintu dan teralis sudah dibongkar paksa,” kata Wawan.
Adapun beberapa peralatan sekolah yang hilang dibawa kabur maling ialah 3 unit komputer merek Acer 3, 1 unit Printer merk Epson, 63 unit Tablet SPC L70, dan 1 unit keyboard merek Yamaha.
“Kerugian yang ditaksir dari kejadian tersebut mencapai Rp166.650.000,” katanya.
Kanit Reskeim Polsek Cibeber Bripka Iwan Gustiawan mengungkapkan, sudah mendapatkan laporan tentang insiden tersebut.
“Betul, kami juga sudah ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa lokasi,” kata Bripka Iwan.
Iwan menjelaskan insiden pencurian diduga terjadi saat pihak sekolah melangsungkan kegiatan camping sejak Jumat (12/8). Kondisi sekolah yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk beraksi.
“Kondisi sekolah sedang kosong, termasuk satpam ikut kegiatan. Saat pihak sekolah datang hari ini ruangan sudah acak-acakan,” tuturnya.
Kata Iwan, pelaku mengambil alat komputer dengan mencongkel ruang guru, ruang TU, dan ruang kurikulum. Gembok dari ruang TU dan ruang kurikulum pun diamankan sebagai barang bukti.
Hasil perhitungan sementara, diperkiraan kerugian akibat insiden ini mencapai Rp166 juta, karena satu unit tablet dinilai seharga Rp1,9 juta. Lebih lanjut, polisi akan melakukan pemeriksaan terhadap para saksi di sekitar lokasi selama kondisi sekolah sepi.
“Kita mau memeriksa CCTV yang ada di Indomaret dekat lokasi, siapa tau ditemukan ada kendaraan melintas yang mencurigakan. Selain itu juga akan memeriksa warga dan satpam yang ada di kantor dekat sekolah,” pungkasnya. *
Reporter :Yusuf Permana











