RADARBANTEN.CO.ID – Badan Penanggulanan Bencana Nasional (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Fasilitator dan Sosialisasi Satuan Pendidikan Aman Bencana Kabupaten Serang di Hotel Aston Anyer Beach, Selasa (9/8). Berfokus pada pembahasan tentang Kajian Risiko Bencana.
Kajian Risiko Bencana merupakan salah satu kunci efektivitas penyelenggaraan penanggulangan bencana, kajian risiko bencana harus disusun menggunakan metode standar disetiap daerah pada setiap jenjang pemerintahan. Standarisasi metode ini diharapkan dapat mewujudkan keselarasan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang efektif baik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota.

Tingginya akselerasi perkembangan ruang ilmu terkait pengkajian risiko bencana menjadi salah satu bahan pemikiran untuk melaksanakan standarisasi metode. Dengan mempertimbangkan perkembangan tersebut, dibutuhkan Pedoman Umum yang dapat dijadikan standar minimal bagi penanggung jawab penyelenggaraan penanggulangan bencana dalam mengkaji risiko bencana.
Analis Monitoring, Evaluasi, dan Pelaporan BNPB Nusya Citra Riyanti mengatakan, pembahasan tentang Kajian Risiko Bencana bertujuan untuk memperkecil ancaman serta kerentanan bencana disuatu daerah.
“Dengan cara meningkatkan kapasitas pengetahuan dilingkungan satuan pendidikan, bisa melalui edukasi, sosialisasi, terkait mitigasi bencana, hal tersebut dapat memberikan pemahaman kepada satuan pendidikan tentang mitigasi bencana,” katanya.

Dirinya berharap, dengan sosialisasi tentang kajian risiko bencana ini mampu memberikan pemahaman bagi satuan pendidikan untuk meminimalisir suatu dampak bencana.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Banten Ayub Andi Saputra mengatakan, Kajian Risiko Bencana diharapkan mampu menghasilkan peta risiko untuk setiap bencana yang ada pada suatu kawasan.
“Kajian dan peta risiko bencana ini harus mampu menjadi dasar yang memadai bagi daerah untuk menyusun kebijakan penanggulangan bencana. Ditingkat masyarakat hasil pengkajian dapat dijadikan dasar yang kuat dalam perencanaan upaya pengurangan risiko bencana,” ucapnya. (adv)











