CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kecamatan Cilegon berkomitmen untuk menurunkan kasus stunting di wilayahnya.
Komitmen tersebut dilakukan bersama lurah-lurah serta para Kader PKK se Kecamatan Cilegon di acara mini lokakarya percepatan penurunan stunting yang diinisiasi oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak serta Pengendalian Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3APK2B) Kota Cilegon.
Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Cilegon, Kecamatan Cilegon terdapat sebanyak 183 anak yang menderita stunting. Yaitu di Kelurahan Bagendung 50 anak, Kelurahan Bendungan 63 anak, Kelurahan Ciwaduk 27 anak, Kelurahan Ciwedus 30 anak, dan Kelurahan Ketileng 13 anak.
“Dari jumlah yang di targetkan oleh Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Cilegon, Kecamatan Cilegon ditargetkan hingga tahun 2023 turun menjadi 55 anak atau 30 persen dari total 183 anak,” kata Camat Cilegon Maman Herman, Selasa, 23 Agustus 2022.
Dengan komitmen tersebut, pihaknya akan melakukan peningkatan gizi dengan memberikan makanan bergizi seperti telur, daging, susu dan sebagainya. Makanan tersebut sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan anak-anak.
“Insya Allah Jumat ini, seminggu sekali kita membuat dapur umum di kecamatan untuk kita bagikan makanan tersebut kepada anak-anak penderita stunting. Mudah-mudahan dengan langkah anak stunting di Kecamatan Cilegon ada penurunan,” paparnya.
Sementara itu, Kabid Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3APK2B Kota Cilegon Wawan Ihwani mengatakan, untuk mempercepat penurunan stunting, pihaknya mengajak semua unsur untuk terlibat.
“Makanya kita libatkan semua unsur untuk bersama-sama bekerja keras agar kasus stunting ini cepat kita atasi karena penangan kasus ini tidak bisa dilakukan oleh Dinkes atau DP3APK2B saja, tetapi harus diselesaikan bersama. Semoga Kecamatan Cilegon komitmen untuk menurunkan stunting,” tutur Wawan. (*)
Reporter: Rajudin











