Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, berdasarkan pantauan relawan BPBD di lapangan, progres pengerjaan jembatan itu kini sudah mencapai 75 persen. Kini jembatan itu sudah dapat dilalui oleh pejalan kaki.
“Alhamdulillah jembatan ini sudah bisa dilalui pejalan kaki, tapi kami minta untuk tetap bergantian. Karena meninggat kondisi jembatan yang masih miring dan pengerjaannya yang belum selesai 100 persen,” katanya.
Febby mengatakan, pengerjaan jembatan itu akan dipercepat dengan target pada awal Oktober sudah selesai 100 persen. Mengingat fungsi jembatan itu merupakan akses utama warga khususnya anak-anak sekolah untuk berangkat bersekolah.
“Sebetulnya jembatan ini sudah bisa dilalui oleh kendaraan motor, tapi kita minta kepada relaaan setempat untuk tidak dulu. Jadi sementara hanya untuk pejalan kaki saja,” imbuhnya.
Diberitakan sebelumnya, jembatan yang melintasi aliran Sungai Ciberang ini terputus pada Kamis (28/7/2022) lalu. Putusnya jembatan ini sempat menarik perhatian, karena membuat sejumlah anak sekolah terpaksa harus menyebrangi aliran Sungai Ciberang menggunakan rakit saat berangkat sekolah.
BPBD Lebak pun sempat memasang perahu karet dialiran Sungai Ciberang itu guna membantu mobilitas warga khususnyap para anak sekolah.
“Sekarang perahu karetnya sudah kita tarik, warga dan anak sekolah bisa kembali menggunakan jembatan. Namun kita minta untuk bergantian, jangan semuanya atau ramai-ramai menggunakan jembatan karena meninggat jembatan ini masih belum selesai diperbaiki,” pungkas Febby. (*)
Reporter: Yusuf Permana
Editor: Agus Priwandono










