Jadi ketika terjadi bencana, maka warga sudah memiliki kesiapan dalam menghadapinya. Istilahnya tidak sampai membuat panik karena sudah mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana.
“Dari giat ini juga membuat kami sebagai relawan dan pemerintah sudah memiliki data untuk melakukan penanganannya. Karena memang sudah melakukan kajian dalam upaya meminimalkan dampak risiko bencana juga melaksanakan fungsi koordinasi penanggulangan bencana lintas sektor,” katanya.
Sekertaris FPRB Pandeglang Herawati, menambahkan, kegiatan ini dilakukan tidak lain bagian dari ikhtiar penanganan bencana yang ada di wilayah Pandeglang.
“Dalam penanganan bencana itu ada tiga langkah yang bisa dilakukan yakni sebelum bencana, saat bencana, dan paska bencana. Untuk hari ini kita melakukan asesmen wilayah Desa Rancapinang untuk meningkatkan kapasitas penduduknya dalam menghadapi bencana. Bencana memang ketentuan dari Tuhan namun sebagai manusia kita bisa mengurangi risiko-risikonya,” ujarnya.
Dalam upaya mengurangi risiko bisa dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi. Adapun warga setempat mengaku belum pernah mendapatkan pelatihan terkait penanganan bencana.
“Termasuk fungsi dari pemasangan rambu-rambu jalur evakuasi, banyak warga tidak mendapatkan penjelasannya. Padahal informasi itu penting disampaikan sebagai upaya warga menyelamatkan diri dari bencana tsunami,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono









