Saat ini, bank bjb sudah memperkuat berbagai infrastruktur di sektor digital. Misal, pengembangan digitalisasi bank bjb dilakukan dengan Amazon Web Service (AWS), PT DCI Indonesia, serta Alibaba Cloud. DCI Indonesia merupakan data center Tier IV pertama di Asia Tenggara yang mampu memberikan layanan infrastruktur data center yang handal, aman, terpercaya sesuai dengan standar operasional global. DCI menjamin SLA 99.999%.
Nantinya, ekosistem keuangan bank bjb dalam konsep branchless bank juga akan terus dioptimalkan utilitasnya dan dikejar pertumbuhannya hingga menjadi bagian dari kontributor fee based income yang jauh lebih besar di masa yang akan datang.
Disampaikan Nia, di tengah kondisi industri perbankan yang tertekan akibat pandemi, bank bjb secara konsisten terus mencatatkan kinerja terbaik sampai dengan Triwulan II tahun 2022. Total aset bank bjb tumbuh 14,6% menjadi Rp172,4 triliun atau berada di atas pertumbuhan BPD yakni sebesar 11,7%. dan bahkan lebih baik dari pertumbuhan perbankan nasional yakni sebesar 9,2%.
Pada sesi bank sesi Women Banker Talk, Direktur Komersial dan UMKM bank bjb Nancy Adistyasari menyampaikan, bank bjb optimistis kinerja industri perbankan nasional, dan tentu saja secara khusus kinerja perusahaan akan tumbuh positif hingga akhir tahun di tengah tantangan ekonomi yang masih terimbas tekanan inflasi dan juga dampak geopolitik global, dan tantangan volatilitas harga komoditas.
Nancy menyampaikan bahwa kinerja pembiayaan bank bjb pada tahun ini tetap tumbuh positif. Bahkan pertumbuhan kredit per-Juni 2022 tetap terjaga di angka 12,8% melebihi rata-rata pertumbuhan industri, khususnya untuk sektor komersial yang di dalamnya terdapat kredit korporasi.











