Nancy optimis, pembiayaan korporasi bank bjb akan semakin tumbuh mengingat masih terdapat ruang yang klebar untuk tumbuh di segmen tersebut. Apalagi, secara pasti, dengan pelonggaran mobilitas dan daya beli terjaga, akan membuat banyak korporasi membutuhkan pembiayaan untuk keperluan ekspansi usaha. Hal itu, tentu saja menjadi peluang besar bagi bank bjb.
bank bjb, kata dia, juga akan terus menggarap beberapa segmen pembiayaan seperti pertambangan dan pertanian. Kendati kedua sektor tersebut saat ini menghadapi kemungkinan volatilitas harga akibat kondisi ekonomi global yang diperkirakan akan mengalami tekanan.
Terkait potensi tekanan ekonomi global, bank bjb akan menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja pembiayaan tetap baik. Diantaranya menjaga kualitas kredit. Pada semester I/2022, non performing loan atau rasio kredit macet bank bjb juga terjaga dengan baik di bawah angka 1,1 persen.
Di sisi lain, industri perbankan diakui mengalami tantangan dalam hal tren kenaikan inflasi yang dalam jangka pendek dapat mengganggu dari sisi daya beli atau permintaan di segmen konsumer. Meski demikian, bank bjb senantiasa menyiapkan strategi bisnis terukur dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi volatilitas harga komoditas maupun tren inflasi.
“Kami senantiasa mengambil kebijakan tepat. Termasuk melakukan mitigasi risiko. Misalnya ketika kita membiayai komoditas tertentu di bidang pertambangan atau pertanian tentunya kita akan melakukan perhitungan yang kami gunakan untuk memberikan kredit,”jelas Nancy.











