RANGKASBITUNG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkab Lebak, kembali menyetorkan penyertaan modal tambahan sebesar Rp2 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan tahun 2022 kepada Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Rangkasbitung.
Pada APBD 2022, Pemkab Lebak telah memberikan suntikan modal sebesar Rp3 miliar. Sehingga total penyertaan modal yang dikucurkan oleh Pemkab Lebak pada tahun 2022 ini sebesar Rp5 mliar.
“Ya, pada APBD Perubahan 2022 Pemkab Lebak menambah penyertaan modal ke LKM Rangkasbitung sebesar Rp2 miliar. Jadi bila di total dengan penyertaan modal di APBD murni mencapai Rp5 miliar,” kata Asda II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Lebak Ajis Suhendi, Selasa (13/9).
Menurutnya, masalah kecukupan permodalan bagi entitas bisnis seperti perbankan, apalagi bagi LKM Rangkasbitung yang melayani rakyat kecil seperti UMKM, modal yang besar sangat penting dan strategis.
“Tentunya, dengan modal yang kuat, tak terkecuali untuk LKM dapat lebih leluasa beroperasi dan menghasilkan dividen yang tinggi untuk mendongkrak PAD dan di sisi lain mampu menyalurkan kredit dengan bunga yang relatif murah kepada nasabahnya,” katanya.
Direktur Utama LKM Rangkasbitung Frengky Nainggolan mengatakan, tambahan suntikan modal ke LKM sebesar Rp2 miliar untuk penguatan pinjamam ke nasabah dari UMKM.
“Saat ini 75 persen nasabah kita adalah pelaku UMKM,” katanya.
Reporter: Nurabidin
Editor: Aas Arbi











