LEBAK, RADAR BANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak telah selesai melakukan tes laboratorium terhadap enam orang warga Baduy yang sakit. Enam orang tersebut memiliki gejala sama dengan warga Baduy yang meninggal dunia dan hasilnya tiga orang positif terinfeksi Campak.
Kepala Dinkes Lebak Triatno Supiyono menyatakan, penyebaran penularan campak sangat membahayakan dan harus cepat ditangani agar tidak meluas. Karena itu Dinkes Lebak akan melakukan vaksin ulang di Baduy.
”Sekarang mau diteliti dulu apakah akan menyebar apa tidak? Misalkan berpotensi menyebar, maka kita akan lakukan penyuntikan ulang vaksin Campak di wilayah sekitarnya,” kata Triatno Supiyono kepada Radar Banten, Senin (19/9).
Dijelaskannya, saat ini Dinkes bersama dengan Direktorat Imuniasi dan Surveilan pada Kementerian Kesehatan tengah meneliti kasus campak di Baduy.
”Saat ini tim Dinkes Lebak masih di Baduy bersama dengan tim dari Kemenkes untuk meneliti sampai tuntas,” ungkapnya.
Potensi warga Baduy menderita Campak cukup tinggi, karena hingga saat ini warga Baduy masih menolak divaksin. ”Warga Baduy yang mau divaksin baru 30 persen, itupun warga Baduy luar,” jelasnya.











