Sementara itu, Kabid Produksi Disnakeswan Lebak Irvan Pramerta, mengatakan untuk menyukseskan program tersebut, pihaknya telah menggelar sosialisasi pendataan dan penandaan ternak dalam rangka pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang digelar di UPTD perbibitan Disnakeswan pada Selasa (20/9).
Dalam kegiatan tersebut sosialisasi disampaikan oleh tim dari bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Banten.
Penandaan dan pendataan ternak menggunakan Eartag Secure QR Code yang terhubung dengan pusat data Kementerian Pertanian melalui aplikasi IDENTIK PKH berbasis Android yang tersedia dan dapat diunduh di Play Store.
“Pemasangan Eartag ini bertujuan untuk memudahkan pencatatan dan pendataan, serta seleksi dalam tata laksana pemeliharaan. Kementan bekerjasama dengan Peruri untuk pengadaan eartag Secure QR Code sebanyak 14.825.819 unit yang akan didistribusikan ke 23 provinsi di Indonesia terdampak PMK,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, kata dia, dilaksanakan juga praktik pemasangan eartag pada ternak kerbau di Kandang UPTD Perbibitan.
“Semoga dengan penandaan dan pendataan secara ditigal ini dapat mendukung optimalisasi pelaksanaan vaksinasi PMK dan seluruh kegiatan pelayanan pada ternak ruminansia di Kabupaten Lebak,” tukasnya.
Reporter: Nurabidin Ubaidillah
Editor: Agung SP/ Mastur












