TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kota Tangerang Selatan akhirnya mengumumkan pemenang Sayembara Desain Bundaran Maruga. Dari 5 besar, dipilih juara 1, 2 dan 3 menjadi pemenang.
Berikut daftar pemenang Sayembara Desain Bundaran Maruga: Juara 1 diraih oleh nomor peserta SDBM 0064 dengan konsep Blandongan Kota. Juara 2 diraih nomor peserta SDBM 0097 dengan konsep Selendang Mayang dan juara 3 diraih nomor peserta SDBM 0078 dengan konsep Serambi Anggrek.
Sementara Juara Harapan 1 diraih nomor peserta SDBM 0059 dengan konsep Jentera Jumantara dan Juara Harapan 2 dengan nomor peserta SDBM 0008 dengan konsep Tarian Kebersamaan.
Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, Sayembara Desain Bundaran Maruga digelar untuk membangun ulang Bundaran Maruga karena akan dijadikan sentral arsitektur Kota Tangsel dan menjadi trademark wajah Kota Tangsel.
“Bundaran Maruga harus menjadi representatif dari identitas Kota Tangsel, namun tetap mengedepankan moto Cerdas, Modern, Religius” ujar Benyamin yang juga sebagai juri kehormatan, Jumat, 30 September 2022.
Di tempat yang sama, Wakil Walikota Tangsel Pilar Saga Ichsan sekaligus sebagai juri sayembara mengatakan, dengan selesainya proses Sayembara Desain Bundaran Maruga diharapkan Bundaran Maruga menjadi lebih berkarakter dan dapat menjadi inspirasi arsitektur di Indonesia.
Ia juga meminta Desainer pemenang sayembara untuk terus memberi masukan kepada Pemkot Tangsel agar desain Bundaran Maruga menemukan kesempurnaan baik dari sisi arsitektur maupun kualitas bangunannya nanti.
“Agar pembangunan berjalan sesuai rencana dan harapan, kami akan terus membuka ruang dan membangun komunikasi dengan kawan-kawan desainer untuk membantu kami dalam mengimplementasikan pembangunan Bundaran Maruga nanti,” ujarnya.
Pilar juga berpesan kepada peserta yang desainnya belum dipilih oleh juri untuk tidak berkecil hati, sebab adakalanya desainnya itu justru akan bermanfaat pada sayembara-sayembara berikutnya.
“Jangan pernah kapok dan menyerah mengikuti sayembara sayembara berikutnya, siapa tahu disayembara berikutnya desainnya diterima dan diapresiasi,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel Wahyunoto Lukman, sekaligus Ketua Panitia Sayembara Desain Bundara Maruga mengatakan, sayembara dibuka pada tanggal 1 Agustus 2022 dengan 108 peserta yang mendaftar.
Dari 108 peserta, yang mengumpulkan karya, baik soft file dan hard file sebanyak 29 peserta. Kemudian pihaknya melakukan seleksi administrasi karya di Kantor DLH Kota Tangsel oleh panitia gabungan dari Bidang Konservasi DLH Kota Tangsel, PT Propan Raya dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Banten.
“Kemudian dilakukan penjurian tahap 1 secara tertutup dan pada penjurian tahap 2 dilakukan terbuka menjaring 5 finalis. Lalu penjurian tahap 3 diumumkan pemenangnya,” ujar Wahyunoto Lukman.
Reporter: Syaiful Adha.











