SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Serang memberikan bantuan kepada Madrasah Alhikmah yang ambruk di Kampung Asem Masjid, Desa Binong, Kecamatan Pamarayan.
Bantuan diserahkan Ketua FKDT Kabupaten Serang Hasanudin didampingi wakil ketua Buchori, bendahara Hambali, dan Ketua FKDT Kecamatan Pamarayan Sarna.
Hasanudin mengatakan, Madrasah Alhikmah beberapa waktu lalu mengalami musibah, bangunan tempat siswa belajar ambruk karena cuaca ekstrem dan kondisinya yang tidak layak.
“Maka kami turut mengucapkan prihatin dan memberikan bantuan alakadarnya dari FKDT Kabupaten Serang,” katanya.
Ia berharap semua pihak dapat membantu madrasah tersebut. Supaya proses belajar mengajar di madrasah itu dapat berjalan. “Kami berharap kementerian agama, pemerintah daerah baik kabupaten maupun provinsi dapat memberikan perhatian khusus kepada madrasah,” ujarnya.
Dikatakan Hasanudin, jumlah madrasah diniyah di Kabupaten Serang sebanyak 1.040. Secara umum kondisi bangunannya memprihatinkan. “Jumlah 1.040 itu yang terdaftar di Kementerian Agama, yang belum terdaftar masih banyak lagi,” ucapnya.
Selama ini, kata dia, bantuan untuk madrasah baru ada dari Pemkab Serang berupa insentif untuk guru madrasah. Namun, untuk bantuan bangunan fisiknya baru ada melalui dana bantuan sosial (bansos) yang belum bisa mengcover semua madrasah.
Karena itu pihaknya berharap madrasah dapat perhatian khusus dari semua pihak. Karena keberadaannya sama pentingnya dengan sekolah umum. “Karena untuk membangun madrasah ini kita modalnya keikhlasan, benar-benar ingin memberikan pendidikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Ketua Yayasan Alhikmah Rosidah mengucapkan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia berharap dari pihak lain juga dapat membantu untuk keberlangsungan belajar mengajar di madrasahnya.
Ia mengatakan, bangunan madrasahnya ambruk pada 3 Oktober 2022 sekira pukul 14.00 WIB. Saat itu, siswa sebanyak 75 orang dan 6 guru baru masuk ruangan madrasah.
“Baru mulai pembelajaran, tiba-tiba ada tanda-tanda mau ambruk, langsung saja semuanya ke luar ruangan, terus bangunannya ambruk,” ujarnya.
Ia mengatakan, bangunan madrasahnya berdiri sejak tahun 2005. Selama dibangun belum ada rehab. “Kita memang tidak ada biaya bulanan, hanya Rp50 ribu selama satu tahun,” pungkasnya.
Reporter/Editor: Abdul Rozak











